NTB

Buka Lebih Banyak Peluang Kerja, Perlu Analisis Kebutuhan SDM di Mandalika

Dok. Disnakertrans NTB
DISKUSI: FGD sinergitas pengembangan pembangunan destinasi wisata Mandalika, di Hotel Golden Palace, Kamis (21/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Terpilihnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi super prioritas (DSP) memberikan banyak manfaat.

Salah satunya muncul banyak peluang kerja baru yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Karena itu, dalam mengembangkan destinasi wisata super prioritas, penyiapan sumber daya manusia (SDM) kompeten tidak boleh diabaikan.

Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemnaker RI Nora Kartika Setyaningrum mengatakan, kalau bisa pengembangan DSP Mandalika, didukung wisata medis.

Harus ada RS bertaraf internasional yang menyajikan keindahan alam agar keluarga yang menemani pasien merasa terhibur dan tidak stres.

Baca juga: Gubernur NTB Minta Pengusaha Libatkan Kaum Difabel dalam Pengembangan Usaha

"Ini sekaligus dapat menambah lapangan kerja dan menyerap calon-calon tenaga kerja baru," ujarnya, saat membuka  Focus Discussion Group ( FGD) Sinergitas Pengembangan Pembangunan Destinasi Wisata Mandalika, di Hotel Golden Palace, Kamis (21/10/2021).

Nora menjelaskan, seringkali peraturan daerah mengatur tiap perusahaan wajib melibatkan tenaga kerja dari putra daerah sampai 80 persen.

Hal ini dapat terlaksana asal pemerintah daerah mempersiapkan putra-putri daerah yang memiliki skill sesuai kebutuhan pasar kerja.

Ia menyebut, pandemi mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Antara lain pada keberlangsungan usaha di hampir semua sektor.

Demikian pula pengembangan pembangunan di lima destinasi wisata super prioritas.

Baca juga: Dipecat karena Pandemi, Suami di Mataram Nekat Jual Sabu untuk Biaya Istri Melahirkan

Kondisi itu menyebabkan pengurangan penyerapan tenaga kerja dalam pengembangan lima destinasi wisata tersebut.

"Analisis ini akan menyoroti bagaimana perkembangan penyerapan dan kebutuhan tenaga kerja serta kebutuhan pelatihan kerja sebelum dan saat terjadi pandemi," ujarnya.

Nora berharap, dari hasil analisis ini secara umum akan menghasilkan rekomendasi mengenai berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhan.

Jenis pelatihan kerja yang sesuai untuk mengisi kesempatan kerja di lima destinasi wisata tersebut.

Analisis pasar kerja ini akan memetakan sistem pasar kerja sektor pariwisata.

Mengidentifikasi jenis dan kualifikasi pekerjaan.

Mengestimasikan jumlah tenaga kerja yang akan dibutuhkan dan memetakan kebutuhan pelatihan.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi memaparkan, berdasarkan data BPS per Februari 2021, angka pengangguran terbuka di NTB sebesar 3,95 persen atau sebanyak 109.074 orang.

ulusan perguruan tinggi paling tinggi dengan angka 7,07 persen.

Baca juga: Sembilan Kabupaten di NTB Dilanda Kekeringan, Ini Langkah Penanggulangannya

"Hal ini dikarenakan lulusan perguruan tinggi memilih-milih pekerjaan. Padahal skill dan pengalaman kerja masih sangat terbatas," katanya.

Mantan Irbansus pada Inspektorat NTB ini menegaskan, selain KEK Mandalika, NTB juga sedang proses pengembangan kawasan industri di Pulau Sumbawa.

Terutama dengan akan dimulainya pembangunan infrastruktur Smelter di Sumbawa Barat.

Kedua proyek besar tersebut, kata Aryadi membawa berkah tersendiri bagi NTB. 

Sebab akan membuka kesempatan kerja cukup besar jangka menengah dan jangka panjang.

Berita terkini di NTB lainnya.

(*)