Breaking News:

Bendungan Sape Diperbaiki, 2.650 Hektar Sawah Warga Selamat dari Kekeringan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB merehabilitasi tebing bendungan Sape yang rusak akibat banjir.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
TribunLombok.com/Sirtupillaili
BENDUNGAN: Kepala Dinas PUPR NTB Ridwan Syah meninjau proyek perbaikan Bendungan Sape, Bima, Rabu (1/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM,  BIMA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB merehabilitasi tebing bendungan Sape yang rusak akibat banjir.

Dinas PUPR NTB membangun bronjong pada tebing bendungan yang rusak. Sehingga bendungan kembali berfungsi normal.  

Pemprov NTB mengklaim, dengan rehabilitasi tersebut, mereka menyelamatkan 2.650 hektar persawahan yang terancam tidak diairi bila bendungan tidak diperbaiki.

Baca juga: Kejati NTB: Oknum PNS Kejari Bukan Poligami 7 Istri Tapi Kawin Cerai 6 Kali

”Kami sudah memperbaiki dan merehabilitasi berbagai kerusakan akibat banjir,” kata Kepada Dinas PUPR NTB Ridwan Syah, saat meninjau lokasi bendungan Sape, Rabu (01/9/2021).

BENDUNGAN: Kepala Dinas PUPR NTB Ridwan Syah meninjau proyek perbaikan Bendungan Sape, Bima, Rabu (1/9/2021).
BENDUNGAN: Kepala Dinas PUPR NTB Ridwan Syah meninjau proyek perbaikan Bendungan Sape, Bima, Rabu (1/9/2021). (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

Selain memperbaiki tebing bendungan, pemerintah juga memperbaiki jempatan bendungan yang sebelumnya terbuat dari kayu.

Dengan rehabilitasi jembatan, diharapkan masyarakat yang melintas lebih aman.

Terutama bagi siswa SMAN 2 Sape yang selalu melintasi jembatan tersebut.

Baca juga: Wisata NTB, Warga Semakin Betah Menginap di Hotel Selama Juli 2021

Baca juga: Oknum PNS Kejari Lombok Tengah Menikah 7 Kali, Kejagung RI Diminta Turun Tangan

"Ini merupakan upaya pemerintah suapay fasilitas penunjang bendungan bisa dimanfaatkan masyarakat, baik sebagai akses pertanian, pendidikan, maupun kegiatan sosial kemasyarakat lainnya," jelasnya.

Perbaikan dinding, pengendapan sedimen, dan rehabilitasi saluran irigasi akan segera dituntaskan.

Sehingga target proyek senilai Rp 6,9 miliar itu rampung Desember 2021 mendatang.

Pembangunan bendungan bersumber dana dari bantuan dari Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved