NTB

DKP NTB Gelar Gerakan Pangan Murah, Stok Dipastikan Aman

Tribunnews.com/TribunLombok.com/Rozi Anwar
PANGAN MURAH - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di SMAN 1 Terara, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (25/11/2025). Gerakan Pangan Murah bertujuan mendekatkan akses pangan murah sekaligus meningkatkan literasi pangan di lingkungan pendidikan sekolah. 
Ringkasan Berita:
  • Komoditas pangan murah dan edukasi “Stop Boros Pangan” dihadirkan kepada siswa dan masyarakat sekitar
  • ‎Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari pasar, seperti beras, bawang, gula, serta bahan pangan lainnya

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di SMAN 1 Terara, Kabupaten Lombok Timur.

‎Kegiatan tersebut menghadirkan komoditas pangan murah dan edukasi “Stop Boros Pangan” kepada siswa dan masyarakat sekitar.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB Aidy Furqon, mengatakan gerakan ini bertujuan mendekatkan akses pangan murah sekaligus meningkatkan literasi pangan di lingkungan pendidikan sekolah.

‎“Alhamdulillah ini adalah gerakan pangan murah dalam rangka mengedukasi masyarakat, baik civitas sekolah maupun masyarakat sekitar, yang dirangkaikan dengan ulang tahun SMAN 1 Terara yang ke-40,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).

Baca juga: Wagub Dinda Beberkan Arah Pembangunan NTB 2026: Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkualitas

‎Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari pasar, seperti beras, bawang, gula, serta bahan pangan lainnya.

Masyarakat telah memadati lokasi GPM menunjukkan antusiasme cukup tinggi.

‎“Harga beras dijual Rp13.000 per kilogram. Untuk cabai, kalau di pasar Rp23.000 per kilogram, di sini kita jual Rp20.000. Pokoknya semua barang di GPM ini di bawah harga pasar,” jelasnya.

‎Beras yang dijual disuplai dari BUPM, dengan total ketersediaan mencapai 1 ton.

Edukasi Penyelamatan Pangan

Aidy menjelaskan kegiatan ini juga digabungkan dengan program edukasi penyelamatan pangan.

‎Gerakan pangan murah dirangkai dengan program edukasi penyelamat pangan melalui program "Stop Boros Pangan".

‎"Tadi sudah kita dilakukan bersama anak-anak dan para guru. Terima kasih kepada pihak sekolah yang mendukung kegiatan ini,” katanya.

Aidy memastikan stok pangan utama di NTB berada pada kondisi aman dan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun 2025.

‎“Kita berpatokan pada 12 komoditas utama. Untuk beras, kebutuhan tahun 2025 sekitar 829 ton, sementara stok kita mencapai 1.200 ton. Jadi ada kelebihan sekitar 400 ton, belum termasuk panen berikutnya pada kuartal keempat,” ungkapnya.

‎Aidy memastikan, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat melalui GPM akan terus diperkuat demi menjaga stabilitas pangan di NTB.

‎“Stok kita selalu siap. Sejauh ini belum ada keluhan. Bahkan kondisi ini memacu produsen untuk menghasilkan yang terbaik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.

(*)