Breaking News:

Gubernur NTB Ditegur Mendagri karena Serapan Anggaran Covid Rendah, Fitra NTB: Sangat Mengecewakan

Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah ditegur Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian karena rendahnya serapan anggaran penanganan Covid-19

Penulis: Sirtupillaili | Editor: wulanndari
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Direktur Fitra NTB Ramli Ernanda 

Karena itu, gubernur NTB harus memberikan atensi atas kinerja serapan belanja daerah secara umum, khususnya anggaran penangananan Covid-19.

”Seperti insentif nakes yang sangat dibutuhkan agar penanganan Covid-19 bisa maksimal,” katanya.

Keterlambatan pencairan dana penanganan Covid-19 tentu akan berdampak luas bagi masyarakat.  

”Kita khawatir keterlambatan pembayaran insentif nakes akan megganggu penanganan covid di daerah,” ujarnya.

Keterlambatan tidak hanya rugikan tenaga kesehatan, tapi juga masyarakat.

Baca juga: Dana Pilkada di NTB Rp 147 Miliar, Tidak Boleh Pakai Anggaran di Luar APBD

Baca juga: Kota Mataram Masuk Level IV, PPKM Darurat Bakal Diperpanjang hingga 31 Juli 2021?

”Penanganan Covid bisa tidak maksimal dan secara tidak langsung menghambat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB menyebutkan jumlah dana insentif tenaga kesehatan periode Januari – Juni 2021 telah dibayar.

Nilai total insentif tersebut mencapai Rp 21,303 miliar atau 43,1 persen.

“Selain itu untuk insentif vaksinator sampai bulan Juni juga sudah dibayarkan sebesar Rp 747 juta,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Najamuddin Amy, dalam siaran persnya, Senin (19/7/2021).

Asisten III Sekretariat Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan, insentif bagi tenaga kesehatan di bawah lingkup Pemprov NTB dibayarkan sejak Januari sampai Juni 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved