NTB

Waspada Gempa Zona Megathrust, Ini Saran BMKG Jika Gempa dan Tsunami Terjadi di Masa Pandemi

Pixabay
Ilustrasi gempa bumi 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Meski sedang dilanda pandemi Covid-19, kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa dan tsunami tidak boleh berkurang.

Sebagai daerah rawan gempa, masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) harus memahami risiko bencana di lingkungannya.

Serta memahami apa yang harus dilakukan ketika gempa dan tsunami terjadi.

Terlebih dua hari terakhir BMKG menyatakan gempa beberapa kali terjadi di zona Megathrust, selatan Lombok – Sumbawa.  

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi menjelaskan, pihaknya memahami pandemi Covid-19 menguras perhatian seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: BMKG: Waspadai Rentetan Gempa Zona Megathrust di Selatan Lombok-Sumbawa

Tapi jika krisis akibat Covid-19 diperburuk dengan bencana gempa bumi dan tsunami, masyarakat juga harus siap.

Ardhianto menjelaskan, sebagian besar tsunami di Indonesia adalah tsunami lokal yang disebabkan gempa bumi tektonik.

”Dengan demikian masyarakat akan menerima peringatan alami yaitu gempa bumi tersebut,” katanya.

Ketika masyarakat merasakan goncangan kuat atau gempa berayun lemah tapi lama, masyarakat harus segera melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu peringatan dini tsunami ataupun perintah evakuasi dari pihak berwenang.

”Dalam melakukan evakuasi mandiri, sebisa mungkin masyarakat tetap memperhatikan jaga jarak fisik (physical distancing), menggunakan masker, dan harus mengikuti protokol Covid-19,” katanya.

Masyarakat diharapkan memahami dan tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

BMKG memetakan empat situasi dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.

Sebelum Terjadi Gempa

Warga harus memastikan jalur evakuasi dalam keadaan aman.

Pastikan tempat evakuasi/titik kumpul berada di tempat terbuka.

”Hindari bangunan tinggi, tiang listrik dan telepon, papan reklame, dan pohon besar,” katanya.

Baca juga: Gempa Zona Megathrust Aktif, BMKG: Warga Jangan Panik, Aktivitas Normal Saja

Saat Terjadi Gempa

Langkah-langkah yang dilakukan yakni berlindung dengan menunduk (Drop). Lindungi kepala (Cover). Kemudian berpegangan (Hold on) pada kolong meja atau furniture yang  kuat.

Setelah Gempa

Bila gempa telah selesai usahakan tetap tenang dan waspada.

Jika guncangan mereda, tetap lindungi kepala.

Kemudian keluar dengan mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul.

”Jauhi bangunan yang sudah rusak dan sewaktu- waktu bisa runtuh akibat gempa bumi susulan,” katanya.

Bila Tsunami

Apabila dalam kondisi darurat Covid-19 terjadi gempa bumi berpotensi tsunami, evakuasi harus diutamakan untuk menyelamatkan jiwa masyarakat.

”Masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES),” katanya.

TES yaitu tempat aman yang sudah ditetapkan sebagai lokasi evakuasi tsunami.

Baca juga: Tiga Tersangka Korupsi Bibit Jagung NTB Ditahan: Ada Mantan Kadis, PPK hingga Rekanan

Seperti dataran tinggi, dataran atau hamparan yang jauh dari pantai.

Bisa juga berupa gedung atau bangunan yang sudah disepakati sebagai tempat evakuasi yang aman.

Jika tsunami berakhir, dengan arahan dan petunjuk dari pihak berwenang, masyarakat dapat pindah menuju Tempat Evakuasi Akhir (TEA).

”Atau jika tidak terjadi tsunami masyarakat bisa kembali ke rumah,” imbuhnya.

(*)