Sebentar Lagi Ramadhan, Bagaimana jika Utang Puasa Masih Menumpuk? Ini Hukumnya
Utang puasa masih banyak padahal bulan Ramadhan sebentar lagi, bagaimana jika diganti setelah Ramadhan selanjutnya?
TRIBUNLOMBOK.COM - Utang puasa masih banyak padahal bulan Ramadhan sebentar lagi, bagaimana jika diganti setelah Ramadhan selanjutnya?
Di bulan suci yang penuh berkah ini, umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh dan amalan lainnya.
Namun, bagi seseorang yang memiliki uzur tertentu, seperti sakit, haid, nifas, atau berpergian, ibadah puasa boleh ditinggalkan.
Kendati demikian, mereka yang meninggalkan Puasa Ramadhan terkena kewajiban untuk menggantinya di bulan selain Ramadhan.
Ada pun jumlah yang harus dibayar yaitu sebanyak puasa yang ditinggalkan.
Lalu, bagaimana jika belum sempat menggantinya namun sudah masuk bulan Ramadhan?
Baca juga: Doa Menyambut Bulan Puasa Ramadhan 1442 H, Lengkap dengan Latin dan Terjemahannya
Baca juga: Lupa Sahur saat Ramadan Apakah Sah Puasanya? Simak Penjelasan dan Akibat Tidak Sahur
Baca juga: Punya Utang Puasa Ramadhan? Kapan Waktu Terbaik Membayar Utang Puasa Ramadhan? Begini Kata Ustaz
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com yang mengutip laman resmi Lembaga Fatwa Mesir, tak ada ketentuan waktu dalam mengganti puasa.
Seseorang yang menunda pelaksanaan qadha puasanya hingga bertemu Ramadhan berikutnya tidak berdosa, asalkan memiliki uzur syar’i.
Orang tersebut boleh mengganti Puasa Ramadhan yang ditinggalkannya hingga tiba saatnya ia mampu membayar qadha itu meskipun sudah lewat dua atau tiga Ramadhan.
Namun, jika seseorang sengaja mengakhirkan qadha puasa tanpa ada uzur tertentu hingga memasuki bulan Ramadhan berikutnya, maka ia berdosa.
Ia tetap diharuskan untuk menggantinya dan membayar fidyah (denda) berupa memberi makan orang miskin satu orang setiap satu hari puasa.
Hal itu sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan Abu Hurairah yang menjelaskan tentang seseorang dengan utang puasa tapi tak membayarnya diwajibkan untuk tetap mengqadhanya dan memberi makan orang miskin.
Baca juga: Niat Puasa Qadha Bayar Utang Ramadhan, Bagaimana kalau Lupa Jumlah Utang?
Baca juga: Inspirasi Menu Buka Puasa Ramadhan Aneka Sate: Telur BBQ hingga Sate Kerang Bumbu Bali
Besaran Membayar Fidyah
Ada pun besaran fidyah yang harus dibayarkan adalah memberi makan fakir miskin sebesar 1 mud atau 0,6 kilogram beras untuk satu hari puasa.
Sebagai catatan, membayar utang puasa tidak boleh dilakukan pada hari-hari yang diharamkan puasa.