Breaking News:

Pengakuan Pelaku Perdagangan Orang, Dapat Rp 20 Juta per Kepala, Biaya Paspor Tembus Rp 2,6 Juta

Dua pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang ditangkap Polda NTB tidak bekerja sendiri.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
PERDAGANGAN ORANG: Dua pelaku TPPO HSR dan AB ditangkap Ditreskrimum Polda NTB, saat sesi keterangan pers, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Dua pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang ditangkap Polda NTB tidak bekerja sendiri.

Pelaku berinisial HSR alias Herman dan AB alias Mamat mendapatkan puluhan juta dari sesorang untuk merekrut calon pekerja.

Mereka juga bukan pemain baru, keduanya telah melakukan perbuatannya berulangkali.

Seperti AB (41), warga Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

AB mengaku telah merekrut tiga orang dengan tujuan Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Untuk merekrut satu orang, dia mengaku mendapatkan uang Rp 14 juta.

Uang tersebut dipakai untuk biaya tiket, cek kesehatan, pembuatan paspor, dan uang saku calon pekerja yang direkrut.

Baca juga: NTB Jadi Sasaran Prioritas Sindikat Perdagangan Orang

”Total dari Rp 14 juta itu saya terima sisanya sekitar Rp 450 ribu,” katanya, dalam sesi keterangan pers, Selasa (23/2/2021).

Dia mendapatkan untung sedikit karena biaya pemberangkatan tidak mudah.

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved