Breaking News:

Datangi Wakil Gubernur, 2.575 Guru Honorer NTB Minta Diangkat Menjadi PPPK

Ribuan guru yang tergabung dalam Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori di atas 35 tahun (GTKHNK35+) meminta dukungan Pemprov NTB.

Dok. Diskominfotik Provinsi NTB
HEARING: Perwakilan guru honorer di NTB saat menemui Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, di ruang kerjanya, Rabu (3/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ribuan guru yang tergabung dalam Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori di atas 35 tahun (GTKHNK35+) meminta dukungan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) agar mereka diangkat menjadi pegawai.

Para guru ini berharap, mereka diprioritaskan dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Selain itu, guru honorer di bawah usia 35 tahun digaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP).

Hal itu disampaikan perwakilan GTKHNK35+ saat menemui Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah, Rabu (3/2/2021).

Mereka datang meminta dukungan dan rekomendasi Pemerintah Provinsi NTB supaya diangkat jadi PPPK.

"Kami ingin pemerintah mengangkat guru honorer di atas usia 35 tahun ini menjadi PNS tanpa tes," kata Ketua GTKHNK35+ NTB Maksud, dalam pertemuan itu.

Menurutnya, pengangkatan menjadi PPPK sebagai bentuk penghargaan kepada guru yang sudah lama mengabdi.

Pengedar Sabu Bilelando Lombok Tengah Ditangkap, Sempat Berteriak Panggil Massa

Polisi di Lombok Tengah Jadi Pemulung untuk Sadarkan Warga soal Kebersihan

Bersadasarkan data GTKHNK35+, jumlah guru honorer di atas usia 35 dari SD sampai tingkat SMA sebanyak 2.575 orang.

Tapi kini kebijakan pemerintah telah berubah.

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved