NTB

Ruang Perawatan Terbatas, 891 Pasien Covid-19 NTB Isolasi Mandiri

TribunLombok.com/Sirtupillaili
RUANG ISOLASI: Kondisi ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram. Gambar ini diambil 9 Desember 2020 

Laporan Wartwan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Jumlah kasus Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah melebihi kapasitas ruang isolasi perawatan pasien Covid-19.

Dampaknya, tidak semua pasien Covid-19 dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

Sebagian besar mereka kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sekitar 891 orang pasien Covid-19 di NTB harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Mereka umumnya merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan.

Angka ini didapatkan dari perbandingan jumlah kasus Covid-19 aktif di NTB sebanyak 1.233 orang.

Sedangkan yang dirawat di ruang isolasi seluruh rumah sakit di NTB hanya 342 orang.

Sisanya 891 orang isolasi mandiri di rumah atau tempat yang mereka tentukan.

”Ya betul (mereka isolasi mandiri) karena tergolong OTG,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL), Dinas Kesehatan Provinsi NTB I Dewa Gede Oka Wiguna, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Ruang Isolasi 3 Rumah Sakit NTB Penuh

Baca juga: Pria 64 Tahun di Mataram Nekat Gantung Diri di Pohon Mangga, Istri Kaget dan Histeris

Oka menyebut, total kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 seluruh rumah sakit di NTB sebanyak 610 tempat tidur perawatan.

Sebenarnya masih tersisa 268 tempat perawatan.

Tapi tidak semua pasien mau dirawat di rumah sakit, terutama yang tanpa gejala sakit.

Mereka lebih memilih isolasi mandiri.   

Di rumah pasien merasa lebih nyaman untuk proses pemulihan, dibandingkan harus masuk rumah sakit.

Di rumah sakit mereka mungkin tidak nyaman dan lebih tertekan secara psikologis. Karenanya memilih di rumah.  Sebab sekilas para penderita ini tampak sehat, tetapi positif Covid-19.

Di samping itu, jika semua pasien dirawat di rumah sakit, kapasitasnya tidak mencukupi, yakni 1.233 orang berbanding 610 tempat tidur.

Oka menekankan, warga bisa isolasi mandiri dengan beberapa syarat.

Mulai dari ketersediaan tempat hingga izin warga di lingkungannya.

Pasien isolasi mandiri pun tetap mendapat pengawasan  petugas kesehatan.

Petugas Puskemas terdekat tetap datang mengontrol kondisi mereka.

”Pengawasan dilakukan oleh dokter Puskesmas sesuai dengan wilayah kerjanya untuk pasien isolasi mandiri,” jelasnya.

Baca juga: Wisatawan Tiga Gili Lombok Utara Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Hingga saat ini, jumlah kasus Covid-19 di NTB terus bertambah.

Data Satgas Penanganan Covid-19 NTB menunjukkan, total kasus warga terkonfirmasi Covid-19 di NTB telah mencapai 7.234 orang.

Sebanyak 5.679 orang telah sembuh, 322 orang meninggal dunia karena Covid-19. Serta 1.233 orang masih menjalani isolasi untuk penyembuhan.

Jumlah ini masih berpotensi bertambah. Mengingat orang berstatus suspect Covid-19 yang diisolasi 290 orang.

Serta ada 2.649 orang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.

(*)