Breaking News:

Hapus Diskriminasi Siswa Difabel, NTB Perkuat Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif terus didorong untuk menghapus diskriminasi bagi kaum difabel di NTB, konsep itu sejalan dengan misi NTB sehat dan cerdas

TribunLombok.com/Sirtupillaili
DIFABEL: Para siswa difabel menghadiri acara hari disabilitas internasional di kantor Dinas Sosial Provinsi NTB, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pendidikan inklusif terus didorong untuk menghapus diskriminasi bagi kaum difabel di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sekolah maupun madrasah harus benar-benar bersahabat bagi anak berkebutuhan khusus.

Karena itu, Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah berkomitmen memfasilitasi kolaborasi berbagai program pembelajaran inklusi di NTB.

Konsep itu sejalan dengan misi NTB sehat dan cerdas. 

Baca juga: Bocah Hidrosefalus di Lombok Utara Memprihatinkan, Gubernur NTB Berikan Kursi Roda

Melalui Komite Pengarah NTB yang telah dibentuk, pemerintah akan memfasilitasi berbagai pemangku kepentingan.

Baik organisasi perangkat daerah (OPD), LPTK, NGO, Ormas, sektor usaha, dan industri terkait pembelajaran inklusi.

Tonton Juga :

“Kami mendukung upaya peningkatan kompetensi guru sebagai faktor kunci peningkatan kualitas pendidikan inklusif,” kata Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka acara Pertemuan Komite Pengarah Program INOVASI Provinsi NTB,  melalui video conference, di Pendopo Wagub, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Hari Disabilitas Internasional, Wagub NTB: Jangan Jadikan Kaum Difabel Beban!

Pertemuan virtual itu bertema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif di NTB: Membangun Kecakapan Dasar Kelompok Siswa SD/MI”.

Pendidikan inklusif sendiri merupakan sistem pendidikan yang memberi perlakuan dan pelayanan sama bagi anak-abak difabel.

Dalam pertemuan virtual itu, Rohmi mengapresiasi Pemerintah Australia atas kemitraan dan dukungan terhadap pembangunan di NTB, khususnya bidang pendidikan.

“Kepercayaan Pemerintah Australia melanjutkan program Inovasi fase II di NTB akan kami manfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Program tersebut diharapkan benar-benar bermanfaat bagi semua anak di NTB.

Dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama, Pemerintah kabupaten/kota juga sangat besar dalam upaya membangun pendidikan inklusif.

Secara khusus Rohmi mengapresiasi kemitraan INOVASI dengan Nahdlatul Wathan (NW).

 “Kami berharap kemitraan ini menjadi pintu masuk untuk membangun kemitraan yang lebih luas,” harapnya.

Sementara itu, Daniel Woods, konselor Pembangunan Manusia di Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengungkapkan, Pemerintah Australia menjalin kemitraan dengan NTB selama beberapa tahun.

Program Inovasi sendiri fokus pada jenjang pendidikan dasar sebagai pondasi jenjang pendidikan selanjutnya.

Baca juga: Kabar Gembira, NTB Punya Bus Khusus untuk Penyandang Disabilitas

Fokus program ini adalah untuk mencari solusi yang relevan dan sesuai tantangan pembelajaran di daerah masing-masing.

Bentuk dukungan Inovasi diantaranya, mendukung pengembangan kebijakan pada sektor pendidikan, baik secara umum maupun inklusi.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved