Breaking News:

Antusiasme Sambut MotoGP Mandalika, Warga Desa Kuta Rela Berbagi Rumah dengan Turis

Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) antusias menyambut ajang balap dunia MotoGP 2021, di kawasan Mandalika

TribunLombok.com/Sirtupillaili
HOMESTAY ALA WARGA: Rumah-rumah warga di Dusun Rangkep 1, Desa Kuta, Lombok Tengah tertata rapi untuk menyambut tamu MotoGP Mandalika, Oktober 2021. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH – Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) antusias menyambut ajang balap dunia MotoGP 2021, di kawasan Mandalika, Lombok Tengah.

Agar tidak sekedar jadi penonton, warga di lingkar kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika telah menyiapkan diri.

Satu di antara caranya yakni dengan menyulap rumah-rumah mereka menjadi tempat penginapan atau homestay.

Baca juga: 4 Destinasi Cantik di Mandalika, Ada Cerita Gunung Api Bawah Laut hingga Legenda Putri Nyale

Seperti di Dusun Rangkep 1, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Dusun ini hanya berjarak beberapa meter dari lokasi pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika.

Tonton Juga :

Hampir semua rumah warga di sini menyediakan kamar penginapan atau homestay.   

Pantauan TribunLombok.com akhir pekan lalu, meski jalan masuk ke dusun ini belum dihotmix, namun plang-plang bertuliskan homestay terpampang hampir di semua rumah warga.

Baca juga: Pembukaan Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika Diwarnai Protes Warga, Ini Penyebabnya

Beberapa rumah yang baru dibangun ulang tampak mecolok.

Terlihat dari tempok, pagar, taman, dan bau cat rumah tersebut.

Sekilas rumah itu seperti rumah pada umumnya, mungil dan tidak terlalu luas.

Pemilik rumah rupanya membagi rumahnya mereka menjadi dua kamar berbeda.

Satu ruangan sebagai tempat tinggal keluarga dan satu kamar lagi disiapkan khusus bagi para turis yang ingin menginap.

Dapat Bantuan PUPR

Tomi Julianda Akbar (26 tahun), satu pemilik rumah mengatakan, rumahnya dulu tidak sebagus saat ini sehingga tidak layak dijadikan homestay.

Tapi setelah mendapatkan bantuan dari Kementerian PUPR, ia membangun ulang rumahnya yang berada di lahan seluas 6x9 meter menjadi dua bagian.

Satu ruangan tempat tinggal keluarga, di sana ada dua kamar dan satu ruang tamu.\

Baca juga: Persiapan MotoGP Mandalika, 398 Rumah Warga Disulap Jadi Homestay

Sementara ruangan khusus bagi turis disiapkan di sebelahnya, hanya terpisah tembok dan pembatas di bagian teras.

Kamar penginapan dibuat senyaman mungkin layaknya kamar hotel.

HOMESTAY Mandalika : Rumah-rumah warga di Dusun Rangkep 1, Desa Kuta, Lombok Tengah tertata rapi untuk menyambut tamu MotoGP Mandalika, Oktober 2021.
HOMESTAY Mandalika : Rumah-rumah warga di Dusun Rangkep 1, Desa Kuta, Lombok Tengah tertata rapi untuk menyambut tamu MotoGP Mandalika, Oktober 2021. (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

Ruangan tersebut berisi springbed, kursi meja, lengkap dengan kamar mandi, kipas angin, dan lantai keramiknya sangat bersih.

”Kita (sekeluarga) tinggal di sini, di sebelahnya,” kata Tomi Julianda Akbar, pada TribunLombok.com, Jumat (8/1/2021).

Tomi mengaku senang karena mendapatkan bantuan untuk merehab rumahnya.

Masing-masing rumah mendapatkan bantuan antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.

Baca juga: Beberapa Lahan Belum Klir, Target Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Tuntas Juni 2021

Harga sewa kamar di rumah warga pun cukup terjangkau.

Pada saat musim sepi atau low season, satu kamar bisa disewa Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per hari.

Sedangkan pada musim liburan atau high season, harga sewa bisa naik antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu per hari.

Ia berharap, saat ajang MotoGP maupun hari-hari biasa akan banyak turis mampir dan menginap di rumahnya.

Untuk ajang balap MotoGP 2021, Tomi berharap berjalan dengan lancar di Mandalika, Lombok Tengah, sehingga warga bisa merasakan dampak ekonominya.

”Homestay kami terisi dan dampaknya ke warga, ekonominya bisa meningkat,” harap bapak satu anak ini.

Siap Terima Tamu

Sumaidi (35 tahun), warga lainnya di kampung ini juga senang rumahnya kini sudah tertata rapi.

Bangunannya juga cukup kokoh.

Kamar penginapan 3x3 meter yang disiapkan lengkap dengan tempat tidur dan kamar mandi yang layak.

Ia sendiri berinisiatif menata taman sehingga tampak lebih alayak dan menarik.

Baca juga: PLN Jamin Listrik Sirkuit MotoGP Mandalika Tanpa Kedip

”Dulu rumah saya jelek, sekarang sudah siap terima tamu,” katanya.

Sumaidi mengaku tidak masalah jika nanti harus berbagi kamar dengan para turis asing ke rumahnya.

“Keluarga tinggal di sebelah, jadi kami nggak masalah,” katanya.

Sumaidi juga berharap pengembangan pariwisata di KEK Mandalika benar-benar mendatangkan kesejahteraan bagi warga lokal.

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved