NTB

NTB Punya Potensi 102.74 Megawatt Energi Baru Terbarukan 

Dok. PLN NTB
PEMBANGKIT: Salah satu PLTS yang dibangun PLN NTB di kawasan tiga gili, Lombok Utara.  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melimpah, yakni 102.74 Megawatt (MW).

Potensi itu berasal dari berbagai macam sumber EBT yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.

Diantaranya, energi bersumber dari air seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Energi bayu atau angin dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Energi dari sinar matahari dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Energi yang memanfaatkan limbah atau sampai organik, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).

Serta energi yang memanfaatkan arus laut, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Ir Lasiran menjelaskan, dari total potensi tersebut, sebesar 61.38 MW berada di pulau Sumbawa.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Pengedar Sabu di Sumbawa Diciduk Polisi

Kemudian 21.36 MW di pulau Lombok, dan masing-masing 10 MW berada di Selat Lombok dan Selat Alas.

"Potensi EBT masih didominasi oleh PLTMH, yaitu sebesar 19,74 MW atau 19,2 persen," kata Lasiran, dalam keterangan pers, Selasa (29/12/2020).

Sedangkan potensi pengembangan EBT lain yakni PLTA sebesar 18 MW, PLTB 15 MW, PLTS 10 MW, PLTAL 20 MW dan PLTBm dengan potensi daya sebesar 20 MW.

“Proses pengembangan EBT ini masih cukup panjang," katanya.

Untuk memanfaatkan potensi itu, PLN harus melakukan beberapa kajian.

Misalnya terkait kelayakan operasinya, yaitu bagaimana dampak dari pengoperasian EBT tersebut ke sistem kelistrikan yang telah beroperasi saat ini.

Baca juga: Nenek 70 Tahun di Kota Bima Tewas Gantung Diri di Rumahnya

"PLN sendiri berkomitmen terhadap pengembangan EBT, khususnya di NTB," tegasnya.

Saat ini, penggunaan EBT di sistem kelistrikan NTB sebesar 38 MW.

EBT ini memanfaatkan dua jenis sumber daya alam yaitu PLTMH 16 MW dan PLTS 22 MW.

"Totalnya 38 MW dari total daya mampu pembangkit sebesar 310 MW, ” jelasnya.

Ke depan, pengembangan potensi EBT memerlukan dukungan dari banyak pihak.

Tak hanya PLN, namun seluruh stakeholder dan masyarakat NTB.

Karena banyak faktor dan persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses pembangunan EBT.

Terlebih, ada target bauran energi yang harus dipenuhi yaitu sebesar 23 persen di tahun 2025.

Pengembangan EBT ini merupakan salah satu wujud program transformasi PLN, yaitu “Green”.

Baca juga: Kejahatan di NTB Berkurang 786 Kasus, Penanganan Korupsi pun Ikut Turun  

"Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk menghadirkan energi bersih di masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, beban puncak sistem kelistrikan Lombok, Minggu 27 Desember 2020  sebesar 248 MW dengan total daya mampu pembangkit sebesar 310 MW.

Sedangkan untuk Sumbawa, beban puncak sebesar 103 MW dengan total daya mampu pembangkit sebesar 134 MW.

Terdapat cadangan daya sebesar 62 MW di Lombok dan 31 MW di Sumbawa.

"Cadangan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTB," tandasnya.

(*)