Breaking News:

Pengakuan Wanita Korban Tekong Lombok Timur, Dapat 'Fee' hingga Rp 3 Juta

Para wanita calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mengira dikirim ke Singapura secara resmi

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TribunLombok.com/Sirtupillaili
PEKERJA MIGRAN: Para wanita calon PMI asal NTB kecewa tidak bisa berangkat kerja ke Singapura, Senin (21/12/2020).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Para wanita calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mengira dikirim ke Singapura secara resmi. 

Kesembilan orang itu telah mengikuti semua prosedur yang diminta IBK (43 tahun), tekong asal Selong, Lombok Timur, NTB. 

Tapi mereka kecewa mengetahui dikirim secara ilegal setelah ditangkap petugas Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Agustus 2020.

"Sangat kecewa, setahu kami ini kan resmi, makanya kami bilang ya saja," ungkap Hilmiatun, seorang calon PMI asal Desa Labuhan Lombok, Lombok Timur, di markas Polda NTB, Senin (21/12/2020). 

Baca juga: 9 Wanita NTB Hendak Diselundupkan ke Singapura, Polisi Ciduk Tekong Asal Lombok Timur

Semua permintaan tekong telah mereka penuhi, termasuk tes kesehatan dan berkas lainnya. 

Tetapi saat hendak nyeberang melalui Batam ke Singapura, petugas BP2MI mencegat mereka. 

Tonton Juga :

Syarat sebagai calon PMI ternyata belum lengkap. 

Seperti kartu asuransi, kartu tenaga kerja luar negeri, dan lainnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved