NTB

Persaingan Ketat Pilkada Sumbawa, Paslon dan Tim Diminta Tidak Deklarasi Kemenangan

TRIBUNNEWS.COM
Pilkada Serentak 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Pasca-pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumbawa, Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra SIK meminta masyarakat tetap tenang. 

“Pencoblosan telah usai, masyarakat kami harapkan ikut menjaga Kamtibmas," imbuhnya, saat memantau pengamanan  Pilkada pasca-pencoblosan ke beberapa Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) , Jumat  (11/12/2020).

Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). 

Dalam proses perhitungan suara, ia mengingatkan warga tidak mudah terprovokasi dengan informasi hoax. 

"Juga tetap patuhi protokol kesehatan Covid-19," ujarnya. 

Kapolres berterima kasih kepada tim sukses dan simpatisan. Karena sejauh Kabupaten Sumbawa tetap damai. 

Saat ini, persaingan perolehan suara di Sumbawa cukup ketat. 

Baca juga: Kolom Kosong Raup 9.886 Suara di Pilkada Sumbawa Barat

Baca juga: Persaingan Ketat Pilkada Sumbawa, Adik Gubernur NTB Unggul Tipis dari Jarot-Mokhlis

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,1 Goyang Pulau Lombok hingga Karangasem Bali

Pasangan calon (Paslon) H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) unggul tipis dari pasangan H Syafaruddin Jarot-H Mokhlis (Jarot-Mokhlis). 

Kapolres Widy meminta semua paslon serta pendukung tidak membuat kerumunan di masing-masing posko pemenangan.

Tidak melakukan deklarasi kemenangan, apalagi konvoi sebelum hasil akhir dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

“Kita sudah mengimbau kepada Paslon, tim pemenangan menunggu hasil pengitungan resmi dari KPU,” ujar AKBP Widy.

Konvoi dilarang karena pandemi Covid-19 belum selesai. 

Seluruh wilayah di Kabupaten sumbawa memiliki tingkat kerawanan sama dalam penyebaran virus corona. 

Terlebih angka pasien positif meningkat.

“Dalam situasi pandemi saat ini, keselamatan masyarakat harus diutamakan," katanya.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Sumbawa Iptu Sumardi S.Sos menambahkan, kondusivitas daerah dan kesehatan warga lebih utama. 

“Perbedaan pilihan dalam pilkada itu sudah biasa, jangan warnai perbedaan itu dengan permusuhan," imbuhnya, Sabtu (12/12/2020).

Perbedaan harus disikapi dengan kedewasaan. 

Sehingga Kabupaten Sumbawa menjadi lebih baik.

(*)