NTB

Persaingan Ketat Pilkada Sumbawa, Adik Gubernur NTB Unggul Tipis dari Jarot-Mokhlis

TRIBUNNEWS.COM
Pilkada Serentak 2020 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Persaingan ketat perolehan suara sementara terjadi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) di www.pilkada2020.kpu.go.id, sampai Sabtu (12/12/2020), pukul 07:45 Wita, pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Sumbawa, H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) unggul tipis dari pasangan H Syafaruddin Jarot-H Mokhlis (Jarot-Mokhlis).

Dewi Noviany merupakan adik kandung Gubernur Provinsi NTB H Zulkieflimansyah.

Dengan catatan, data suara masuk baru 44,55 persen atau 450 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 1.010 TPS di Kabupaten Sumbawa.

Dari data itu, paslon nomor urut 4 Mo-Novi memperolah suara 30.909 atau 25,4 persen.

Sementara Jarot-Mokhlis mendapatkan 30.088 suara atau 24,7 persen.

Mereka hanya punya selisih 821 suara.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,1 Goyang Pulau Lombok hingga Karangasem Bali

Baca juga: Profil Djohan Sjamsu, Calon Bupati Lombok Utara di Usia 70 Tahun Menangkan Hitung Cepat Pilkada

Tidak heran pendukung kedua paslon sama-sama bersemangat merayakan kemenangan sejak hari pencoblosan. 
Sisanya suara diperoleh tiga paslon lain.

Seperti pasangan nomor urut 3 Talifuddin-Sudirman mendapat 18,5 persen.

Sementara pasangan petahana nomor urut 1, H Husni Djibril-Muhammad Ikhsan tidak banyak berubah dari sebelumnya di angka 16,6 persen suara.

Husni Djibril, politisi senior PDIP dan mantan anggota DPRD NTB ini masih di urutan keempat dalam hal perolehan suara sementara. 

Di posisi paling bawah pasangan nomor nurut 2, Nurdin Ranggabarani-Burhanuddin Jafar Salam dengan 14,7 persen suara.

Mantan anggota DPRD Provinisi NTB ini untuk sementara hanya mendapat 17.847 suara.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi NTB Suhardi Soud menjelaskan, situs www.pilkada2020.kpu.go.id merupakan situs resmi KPU yang difungsikan untuk memantau hasil penghitungan suara sementara Pilkada 2020.

Data yang ditampilkan pada menu hitung suara adalah data hasil foto formulir model C.Hasil-KWK yang dikirim

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) melalui Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Baca juga: Kapal Cepat Tenggelam di Selat Lombok, 10 Jam Lebih Proses Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem

Apabila terdapat kekeliruan data pada formulir Model C.Hasil-KWK, akan diperbai pada rapat pleno di tingkat kecamatan.

Soud menegaskan, data yang ditampilkan pada menu hitung suara bukan hasil resmi penghitungan perolehan suara.

”Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka,” jelasnya.

Perhitungan real count juga bukan hitung cepat. Data tersebut bisa terus berubah karena belum semua suara masuk.

Suhardi Soud meminta paslon menunggu hasil rapat pleno KPU masing-masing kabupaten/kota.

(*)