Breaking News:

Koalisi Anti Kekerasan Minta Pelaku Pelecehan Seksual Jurnalis di Lombok Utara Dihukum Berat

Kasus pelecehan seksual yang menimpa jurnalis  perempuan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi atensi aktivis gender di Mataram

Dok. Koalisi Anti Kekerasan
KOALISI: Aktivis Koalisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan berkumpul di kantor LBH APIK NTB, Selasa (8/12/2020).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kasus pelecehan seksual yang menimpa jurnalis  perempuan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi atensi aktivis gender di Mataram.

Kasus kekerasan seksual menimpa jurnalis berinisial D, dilakukan seorang pelaku berinisial SDR asal Desa Tembobor, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Insiden tersebut terjadi pada 18 November 2020.

SDR memegang dada korban saat korban sedang lari sore. 

Baca juga: Wartawati di Lombok Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Jogging Sore

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual Wartawati di Lombok Utara adalah Mahasiswa, Awalnya Ingin Rampas HP Korban

Pelaku sempat ingin melakukan aksinya kedua kalinya, namun korban berteriak sehingga pelaku kabur.

Adapun polisi menangkap pelaku Rabu (2/12/2020). 

Tonton Juga :

Polisi menjerat pelaku menggunakan pasal 281 KUHP, dengan ancaman hukuma yang dinilai rendah.

Menyikapi rendahnya ancaman hukuman pelaku, aktivis gender yang diinisiasi LBH APIK NTB membentuk Koalisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved