Siap Hadapi Laporan Putri Jusuf Kalla, Ferdinand Ungkap si Caplin hingga Ingatkan Hak Laporan Balik
Putri Jusuf Kalla laporkan cuitan Ferdinand, mantan politikus Partai Demokrat siap dan ungkap si Caplin yang dimaksud
"Hebat jg si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal," cuit Ferdinand.
Baca juga: Azan Ditambah Seruan Jihad, TGB: Oknum yang Mengubah Lafaz Azan Telah Mempermainkan Agama
Baca juga: Tiga Hari Pencarian, Nelayan Hilang di Lombok Tengah Belum Ditemukan
Kata Ferdinand soal Siapa si Caplin dalam Tweetnya
Terkait cuitan ini, Ferdinand pernah memberikan klarifikasi.
Penjelasan itu disampaikan oleh Ferdinan saat menjadi narasumber di program Apa Kabar Petang TV One pada 9 November lalu.
Menurut Ferdinand, kata si Caplin adalah kata ganti untuk orang atau tokoh-tokoh yang akan bermain politik.
"Saya sampaikan nama itu (si Caplin,-Red) adalah kata pengganti yang saya pilih untuk menggantikan tokoh tokoh atau orang-orang yang akan bermain politik ya," kata Ferdinand sebagaimana dikutip dari Youtube TV One, Rabu (2/12/2020).
Presenter TV One pun menanyakan siapakah orang atau tokoh yang ia maksud.
"Siapa tokoh itu bang?," tanya presenter Tysa Novenny.
Ferdinand mengatakan tokoh yang ia maksud belum teridentifikasi secara matang.
Karena itulah ia kemudian menggunakan kata pengganti si Caplin.
"Kalau saya sebutkan, di awal ini belum tervalidasi kan saya salah. Makanya saya pakai kata pengganti di situ sehingga tidak menuduuh seseorang sehingga di dalam analisis saya, saya melihat ada orang yang harus saya perhatikan gerak politiknya karena politik identitas ini kan makin mengeras ya," ujar dia.
Presenter Tysa kemudian mencerca Ferdinand terkait cuitan lain yang menyebut tentang anak emas dan bus edan.
Ia mempertanyakan siapa anak emas dan bus edan yang ia maksud.
Menjawab hal ini, Ferdinand lagi-lagi tidak menjawab gamblang.
Ya ini juga sebagai sebuah kata pengganti ya karena ada banyak orang di Republik ini bagaikan bus yang ugal-ugalan, serong kiri serong kanan, tabrak sana tabrak sini bahkan remnya pun nggak ada, main gas terus demi hasrat politik. Itu yang saya ambil kata pengganti," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ferdinand-hutahaean.jpg)