Rabu, 15 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ramadan 2026

Wangi Serabi Pandan Penaraga yang Bikin Nagih Jelang Berbuka

Serabi Pandan Penaraga menjadi takjil favorit warga di Lingkungan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima, dengan antrean panjang menjelang berbuka puasa.

Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM
TAKJIL RAMADAN - Serabi Pandan Penaraga, menggunakan Pandan asli menjadi keunggulan serabi yang ikonik di Kota Bima ini, sehingga menjadi panganan khas untuk berbuka puasa. 
Ringkasan Berita:
  • Serabi Pandan Penaraga menjadi takjil favorit warga di Lingkungan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima, dengan antrean panjang menjelang berbuka puasa.
  • Keistimewaannya terletak pada penggunaan pandan asli yang ditumbuk manual serta proses memasak tradisional memakai tungku kayu dan wajan tanah liat, menghasilkan aroma wangi dan cita rasa smoky khas.

TRIBUNLOMBOK.COM - Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sepanjang jalan Lingkungan Penaraga, Kecamatan Raba, selalu ramai. Warga tampak mengantre di depan lapak-lapak sederhana demi satu buruan utama, Serabi Pandan Penaraga.

Kudapan legendaris ini telah lama menjadi identitas sekaligus takjil paling favorit bagi masyarakat Kota Bima.

Bukan tanpa alasan, Serabi Penaraga menawarkan sensasi rasa yang memadukan manis, legit, dan aroma wangi pandan yang sangat menggugah selera setelah seharian menahan lapar.

Apa yang membuat serabi ini selalu ludes diburu warga? Rahasianya terletak pada kesetiaan para perajin dalam menjaga tradisi leluhur.

Berbeda dengan jajanan modern, warna hijau memikat pada Serabi Penaraga murni berasal dari perasan daun pandan asli.

Prosesnya pun masih dilakukan secara manual; daun pandan ditumbuk menggunakan lesung batu untuk menghasilkan sari warna dan aroma yang tajam, tanpa sentuhan pewarna buatan atau bantuan mesin.

Keunikan lain yang membuat warga rela mengantre adalah teknik memasaknya yang masih tradisional. Para perajin tetap menggunakan tungku kayu bakar dengan wajan tanah liat untuk memanggang adonan tepung beras.

Baca juga: Bukan Takjil Biasa: Berburu Sarimuka, Primadona yang Selalu Ludes Sebelum Adzan Maghrib

Proses pemanggangan tradisional ini memberikan sentuhan aroma smoky (asap) yang khas, tekstur yang lembut, serta tingkat kematangan yang pas. Keaslian rasa inilah yang dianggap warga sebagai obat penawar dahaga yang paling pas saat berbuka.

Meski proses pembuatannya menguras tenaga dan waktu, Serabi Pandan Penaraga tetap setia dengan harga yang sangat merakyat. Cukup dengan Rp2.000 per serabi, warga sudah bisa membawa pulang takjil berkualitas tinggi untuk dinikmati bersama keluarga.

"Buka puasa rasanya tidak lengkap kalau belum ada Serabi Penaraga di meja," ujar salah seorang warga yang sedang mengantre.

Bagi Anda yang sedang berada di Kota Bima selama Ramadhan, Serabi Pandan Penaraga bisa ditemukan dengan mudah di sepanjang jalan utama Kelurahan Penaraga dan berbagai pasar tradisional terdekat.

Pastikan Anda datang lebih awal sebelum kehabisan oleh serbuan para pemburu takjil lainnya.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved