NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Spoiler Blue Lock

Spoiler Manga Blue Lock Chapter 322 Bahasa Indonesia Myself: Ego Sejati Yoichi Isagi Terlahir!

Blue Lock Chapter 322 “Myself” mengungkap asal mula ego sejati Yoichi Isagi dan momen lahirnya motivasi sang striker di tengah laga Jepang vs Nigeria

Penulis: Irsan Yamananda | Editor: Irsan Yamananda
Twitter/ ShadowElKaiser
BLUE LOCK 314 - Blue Lock Chapter 322 “Myself” mengungkap asal mula ego sejati Yoichi Isagi dan momen lahirnya motivasi sang striker di tengah laga Jepang vs Nigeria 

TRIBUNLOMBOK.COM - Blue Lock Chapter 322 membuka lembaran baru dalam jiwa Yoichi Isagi. Bab berjudul “Myself” ini tidak hanya memaparkan teknik dan strategi di lapangan, tetapi juga menelanjangi sisi terdalam sang protagonis—momen di mana ego sejati Isagi akhirnya terlahir.

Awal Bab: Jepang vs Nigeria dan Pergeseran Strategi

Bab dimulai dengan sisa 15 menit terakhir dalam laga sengit antara Jepang vs Nigeria.

Saat tim Jepang unggul, Ego Jinpachi memutuskan mengakhiri eksperimen formasinya dan mengamankan kemenangan.

Ia mengganti Chigiri dan Hiori dengan Raichi dan Kurona, membentuk pola 5-4-1 defensif demi mempertahankan keunggulan.

Namun, di balik perubahan taktik itu, kisah utama bab ini justru membawa pembaca ke masa lalu — menuju asal mula lahirnya ego Isagi.

Kilasan Masa Lalu: 44 Hari Sebelum Piala Dunia

Flashback dimulai 44 hari sebelum turnamen dunia. Saat jeda latihan di fasilitas Blue Lock, Isagi menggunakan waktunya untuk mempelajari pertandingan profesional dari seluruh dunia.

Ia menelaah gaya bermain, pola taktik, hingga gerak intuitif para striker.

Setiap pertandingan yang ia tonton menyalakan kembali rasa ingin tahu yang lama tertidur. Dari rasa ingin tahu itu muncul satu pertanyaan sederhana namun menentukan:

“Kenapa aku mulai bermain sepak bola?”

Pertanyaan itu menyeret Isagi ke dalam memori masa kecilnya.

Awal Mula Ego: Kenangan di Stadion

Sebagai anak kecil yang penakut, Isagi pertama kali diajak ayahnya menonton pertandingan profesional di stadion.

Suara gemuruh suporter dan intensitas 22 pemain yang berebut satu bola membangkitkan sesuatu di dalam dirinya. Ia tertegun dan berbisik dalam hati:

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved