MotoGP 2026
Bezzechi, Diggia, Bagnaia Kompak Waspadai Comeback Marquez
Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Francesco Bagnaia kompak menjawab bahwa Marquez tidak bisa dicoret dari perhitungan
Ringkasan Berita:
- Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Francesco Bagnaia kompak menjawab bahwa Marquez tidak bisa dicoret dari perhitungan.
- Namun Marquez sendiri menegaskan belum fit secara penuh.
TRIBUNLOMBOK.COM - Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mendapat izin untuk turun dalam sesi latihan bebas pertama MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Jumat (29/5/2026).
Namun Marquez sendiri menegaskan belum fit secara penuh.
Evaluasi medis lanjutan masih akan dilakukan pada Jumat pagi sebelum sesi dimulai.
Sang juara dunia bertahan pun berbicara terbuka tentang kondisi fisiknya pasca dua operasi, sekaligus menanggapi pertanyaan apakah ia masih layak disebut penantang gelar MotoGP 2026?
Para rivalnya, Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Francesco Bagnaia kompak menjawab bahwa Marquez tidak bisa dicoret dari perhitungan.
Defisit 85 poin bukan akhir dari segalanya ketika berbicara tentang rider bernomor 93 tersebut.
Baca juga: Marc Marquez Comeback di MotoGP Italia, Sang Adik Masih Absen
"Kami semua tahu apa yang mampu dilakukan Marc ketika ia berada dalam kondisi terbaiknya," demikian nada umum yang muncul dari ketiga pesaingnya di media day.
Marquez sendiri memilih berfokus membangun momentum dan kepercayaan diri secara bertahap, daripada terbebani tekanan mengejar klasemen.
Bezzecchi: Mimpi yang Ingin Dijaga Tetap Membumi
Marco Bezzecchi memimpin klasemen kejuaraan dunia sebagai pembalap Italia, di sirkuit kandang paling bergengsi di kalender MotoGP.
Keunggulan 15 poin atas rekan setimnya Jorge Martin memberikan ketenangan sekaligus tekanan.
Ia sangat sadar betapa besarnya arti Mugello tidak hanya bagi dirinya secara personal, tetapi juga bagi Aprilia sebagai pabrikan yang belum pernah merasakan kemenangan di sirkuit ini.
Menjadi orang yang mengukir sejarah itu adalah sesuatu yang diakui Bezzecchi sebagai impian.
Namun ia tidak mau membiarkan impian itu menggerogoti konsentrasinya di lintasan.
"Mimpi itu ada. Tapi saya tidak ingin terlalu terbawa suasana," ujar Bezzecchi kepada media dikutip dari laman MotoGP.com.
Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan di MotoGP Catalunya dua pekan lalu.
Ditambah catatan podium di Mugello pada 2025, menjadikannya salah satu ancaman nyata di sirkuit kandang sendiri.
Diggia mengungkap kunci kesuksesannya antara lain konsistensi dalam membangun kecepatan, kemampuan membaca kondisi ban, dan kepercayaan penuh terhadap motor Ducati yang dikendarainya.
Kejutan tersendiri hadir dari kubu LCR Honda. Cal Crutchlow, pembalap veteran asal Inggris berusia 40 tahun, salah satu rider Britania paling berprestasi dalam satu dekade terakhir resmi menggantikan Johann Zarco yang absen di GP Italia.
Crutchlow menceritakan bagaimana semuanya bermula dari sebuah panggilan telepon dari bos tim LCR, Lucio Cecchinello.
Sebelum turun di Mugello, ia sempat menjalani sesi uji coba dengan motor RC213V di Misano untuk menyegarkan kembali adaptasinya terhadap motor dan lintasan.
Dengan pengalaman panjang sebagai pembalap uji Honda, Crutchlow tidak asing dengan mesin tersebut tetapi ia juga tidak menutup mata bahwa berpacu dalam kondisi kompetisi penuh adalah tantangan yang berbeda sama sekali.
"Usia hanyalah angka. Tantangan di depan sudah jelas, dan saya siap menghadapinya," kata Crutchlow.
(*)
| Marc Marquez Comeback di MotoGP Italia, Sang Adik Masih Absen |
|
|---|
| MotoGP Italia Jadi Momen Marc Marquez Kembali Turun ke Lintasan |
|
|---|
| Kejujuran Bagnaia, Amarah Mir, dan Dedikasi Diggia |
|
|---|
| Dominasi Marco Bezzechi Berlanjut, Sapu Bersih 3 Seri Awal Musim |
|
|---|
| Naik Podium di Brasil, Veda Pratama Bakal Tampil Maksimal di MotoGP Mandalika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/motogp_prancis_bezzechi_martin_202020.jpg)