NTB

Harmonisasi Budaya jadi Fokus Dinas Kebudayaan NTB

TribunLombok.com/Sirtupillaili
BUDAYA: Wanita Suku Sasak Muslim dan Hindu mengarak dulang Kebon Odeq (Kebun Kecil) berisi ketupat di Pura Lingsar, Lombok Barat, NTB. Keberadaan Dinas Kebudayaan NTB nantinya bukan hanya menjadi OPD yang menggelar berbagai event budaya, tetapi bagaimana memastikan harmonisasi budaya. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Iqbal menunjuk Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lalu Ahmad Nur Aulia, menjadi Plt Kepala Dinas Kebudayaan.

  • Keberadaan Dinas Kebudayaan ini bukan hanya menjadi OPD yang menggelar berbagai event budaya, tetapi bagaimana memastikan harmonisasi budaya

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal berkomitmen memajukan budaya daerah dengan mebentuk Dinas Kebudayaan. 

Organisasi perangkat daerah (OPD) baru ini sebelumnya bergabung dengan Dinas Pendidikan, dengan satu bidang yang fokus mengurus kebudayaan di dalamnya. 

Gubernur Iqbal menunjuk Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lalu Ahmad Nur Aulia, menjadi pelaksana tugas (Plt). 

Tugasnya memastikan peralihan personil, prasarana dan dokumen terkait OPD baru ini rampung dalam waktu dekat. Sebelum nantinya mereka akan menjalankan sejumlah program. 

"Saya baru seminggu ditunjuk Pak Gubernur, saya pastikan semua berjalan insyaallah semua minggu ini selesai. Setelah itu baru kita breakdown terkait dengan program," kata Aulia, Jumat (9/1/2026). 

Aulia juga mengungkapkan untuk menguatkan pondasi Dinas Kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dewan Kebudayaan Daerah. 

Keberadaan Dinas Kebudayaan ini bukan hanya menjadi OPD yang menggelar berbagai event budaya, tetapi bagaimana memastikan harmonisasi budaya ada di NTB tetap berjalan dengan baik. 

"Jadi mohon maaf Dinas Kebudayaan bukan hanya sebagai EO (Event Organize) yang menyelenggarakan event budaya, tetapi mengharmonisasi dari apa yang sudah menjadi budaya do daerah," kata Aulia. 

Baca juga: Birokratisasi Budaya: Dinas Kebudayaan NTB Akan Terjebak Menjadi EO

Terkait dengan pemajuan budaya ini kata Aulia, juga sudah ada regulasi dari pemerintah pusat. Inilah yang akan menjadi pedoman pemerintah daerah dalam memajukan kebudayaan. 

NTB memiliki tiga suku mayoritas yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo, di dalamnya banyak budaya yang harus diharmonisasikan agar tidak punah oleh zaman. 

Maka inilah yang akan menjadi tugas Dinas Kebudayaan lewat tiga bidang dan dua unit pelaksana teknis (UPT) di dalamnya, untuk tetap menjaga warisanpara leluhur ditanah berjuluk Bumi Gora ini.