NTB

Diskominfotik NTB Gelar Diskusi Catatan Rakyat, Bahas Peluang NTB Keluar dari Kemiskinan

TRIBUNLOMBOK.COM/Idham Khalid
DISKUSI - Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar diskusi publik bertajuk Catatan Rakyat “Merefleksikan 2025 dalam Menatap 2026”, Jumat (19/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  •  Diskominfotik NTB menggelar diskusi publik bertajuk Catatan Rakyat “Merefleksikan 2025 dalam Menatap 2026”.

  • Diskusi menghadirkan akademisi Universitas Mataram Iwan Harsono serta Koordinator Tim Percepatan Gubernur NTB, Adhar Hakim. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (19/12/2025).

Forum ini menjadi ruang dialog untuk mengevaluasi arah pembangunan NTB sekaligus memetakan peluang keluar dari persoalan kemiskinan.

Diskusi menghadirkan akademisi Universitas Mataram Iwan Harsono serta Koordinator Tim Percepatan Gubernur NTB, Adhar Hakim.

Keduanya membahas berbagai program yang telah dan akan dijalankan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, khususnya yang menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Iwan Harsono menilai, peluang NTB untuk keluar dari jerat kemiskinan cukup terbuka jika program yang dirancang pemerintah daerah dijalankan secara konsisten dan terukur.

Ia menyoroti gerakan Desa Berdaya yang belum lama ini diluncurkan sebagai salah satu instrumen penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Menurut Iwan, pendekatan pembangunan berbasis desa memungkinkan intervensi yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal dalam jangka panjang.

“Dengan program desa berdaya, kemudian pembangunan port to port, saya senderi optimas NTB bisa berkembang lebih pesat,” ungkap Iwan.

Senada dengan itu, Adhar Hakim menjelaskan bahwa sejak awal, kepemimpinan Gubernur Iqbal dirancang dengan menekankan penguatan fondasi kebijakan agar program-program pro rakyat dapat berjalan berkelanjutan.

Ia mengakui, tidak semua program menunjukkan hasil cepat. Namun, pilihan tersebut diambil dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi masyarakat NTB.

“Tidak apa apa kami dinilai akan-akan, tetapi itulah bagian dari risiko yang kami ambil, memilih program yang dampaknya jangka panjang,” kata Adhar.

Baca juga: ASN Boleh Hadiri Kampanye Pilkada, Adhar Hakim Dukung Pernyataan Mendagri Tito Karnavian

Selain fokus pada program pembangunan, Adhar juga menyinggung langkah restrukturisasi organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilakukan pemerintah provinsi.

Menurut dia, perampingan OPD bukan semata efisiensi, melainkan upaya memperkuat birokrasi agar mampu mendukung percepatan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri.

“Kami memilih untuk membangun kultur, apa yang bisa bangun kalau birokrasi tidak kuat. Itulah alasan kami melakukan restrukturisasi OPD,” pungkas Adhar.

(*)