NTB
Gubernur Iqbal Paparkan Capaian 67 Tahun NTB
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyebut tiga agenda utama Pemprov NTB pengentasan kemiskinan, pariwisata, dan ketahanan pangan.
- Capaian ditandai pembukaan rute penerbangan baru, optimalisasi lahan pertanian, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 11,78 persen.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyatakan tiga agenda besar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah menunjukkan hasil yang baik.
Tiga agenda besar yang diklaimnya itu, yakni, pengentasan kemiskinan, pariwisata dan ketahanan pangan.
Hal ini disampaikan Iqbal usai mengikuti rapat paripurna dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTB, Selasa (16/12/2025).
"Alhamdulillah sudah bisa merealisasikan triple agenda, yaitu mengentaskan kemiskinan, menduniakan pariwisata dan meningkatkan ketahanan pangan," kata Iqbal.
Mantan Dubes Indonesia ini mengatakan hampir semua bidang ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, salah satunya di bidang pariwisata.
Ia mengatakan, di tahun pertama ini dia sudah menyiapkan pondasi dalam mewujudkan pariwisata berkualitas, salah satunya dengan membuka sejumlah penerbangan baru seperti Lombok-Malang yang kemarin sudah diresmikan.
Pembukaan rute baru ini tujuannya untuk menggaet wisatawan dari Jawa Timur untuk menuju ke Lombok, apalagi dengan harga tiket dibawah satu juta.
Selain itu juga, pemerintah sudah menyiapkan berbagai event besar berskala nasional, maupun internasional dalam meningkatkan jumlah kunjungan ke NTB.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, selain pariwisata beberapa capaian lainnya yang signifikan juga pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan.
"Ada program optimalisasi lahan atau Oplah itu dimaksimalkan, dari yang semula satu kali tanam menjadi dua kali, dari dua kali menjadi tiga kali," kata Iqbal.
Baca juga: Desa Berdaya, Cara Gubernur Iqbal Hapus Kemiskinan Ekstrem dengan Pendampingan Intensif
Peningkatan jumlah produksi ini juga diikuti oleh naiknya harga pokok penjualan (HPP) yang membuat nilai tukar petani juga mengalami peningkatan.
"Kita juga menentukan HPP, bahkan ini tertinggi sepanjang sejarah dan inilah yang membuat turun angka kemiskinan," kata Iqbal.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan pada Maret 2025 sebesar 11,78 persen. Mengalami penurunan 0,13 persen dibandingkan September tahun 2024 sebesar 11,91 persen.
Iqbal menyadari dalam mensukseskan program ini, ada banyak tantangan. Salah satunya keterbatasan fiskal daerah, sehingga semua harus dimaksimalkan dengan cara efisiensi anggaran.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/SIDANG-PARIPURNA-NTB-12.jpg)