NTB

Remaja di Bima Ditemukan Tewas Setelah Terseret Arus Sungai

Istimewa
KORBAN TENGGELAM - Tim SA saat melakuakan pencarian terhadap remaja berusia 12 tahun asal Desa Kenanga, Kecamatan Bolo. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hilang terseret arus Sungai Kenanga pada Kamis (11/122025) sore. 
Ringkasan Berita:
  • Remaja 12 tahun di Desa Kenanga ditemukan meninggal setelah terseret arus Sungai Kenanga, sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.

  • Operasi pencarian melibatkan tim SAR, TNI, Polairud, BPBD, dan warga dengan penyisiran intensif sepanjang aliran sungai.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Remaja berusia 12 tahun asal Desa Kenanga, Kecamatan Bolo, dutemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hilang terseret arus Sungai Kenanga pada Kamis (11/122025) sore.

Korban ditemukan pada pukul 22.40 WITA, sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram melalui Koordinator Pos SAR Bima, M. Darwis, mengatakan tim rescue langsung diberangkatkan setelah laporan diterima pada Kamis sore. “Pencarian difokuskan di sepanjang aliran Sungai Desa Kenanga,” ujar Darwis.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Korban bersama beberapa temannya semula melompat ke sungai dan mengikuti aliran air.

Saat hendak meraih tangga besi yang menempel di tebing bendungan, Ikbal gagal berpegangan dan terseret arus deras. Teman-temannya yang kehilangan jejak korban segera meminta pertolongan warga.

Pencarian dilakukan secara intensif dengan menyusuri sungai menggunakan perahu dan peralatan khusus.

Baca juga: Kapal Tenggelam di Perairan Bayan, 6 Pelaut Asal Bima Berhasil Dievakuasi

Sejumlah potensi SAR turut dilibatkan. Korban akhirnya ditemukan oleh warga yang ikut melakukan penyisiran.

“Ditemukan dengan jarak sekitar 2 kilometer arah timur dari lokasi kejadian. Selanjutnya kami lakukan evakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga,” teranga Darwis dalam keterangan tertulis, Jumat (12/12/2025).

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polairud Polres Bima, TSBK Kota Bima, BPBD Kota Bima, dan masyarakat setempat.

Peralatan yang digunakan mencakup kendaraan operasional, peralatan SAR air, Aqua Eye, perangkat komunikasi, serta peralatan medis.

(*)