NTB
Kapal Tenggelam di Perairan Bayan, 6 Pelaut Asal Bima Berhasil Dievakuasi
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Anggota Polsek Bayan berhasil mengevakuasi enam orang pelaut asal Bima setelah kapalnya tenggelam saat mengangkut muatan garam di perairan Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (6/9/2025).
Kapolsek Bayan IPTU I Wayan Cipta Naya, mengungkapkan, 6 nelayan Bima ini ditemukan sekira pukul 13:00 WITA.
Dari informasi yang diterima kepolisian, kapal KLM Karya Ilahi yang dinakhodai M. Saleh bersama 5 awak lainnya berangkat dari Pelabuhan Bima dengan membawa sekitar 350 ton garam tujuan Banjarmasin.
Namun, pada hari Selasa tanggal (2/9/2025) sekitar pukul 00.33 Wita, kapal pengangkut garam tersebut dihantam ombak besar hingga tenggelam di tengah pelayaran dan ditemukan hari ini.
“Para korban berusaha menyelamatkan diri menggunakan pelampung dan styrofoam seadanya,” ucap Kapolsek Bayan.
Para korban terombang ambing lebih 5 hari, hingga akhirnya ditemukan oleh seorang nelayan bernama Ramdan Ali (38) saat melaut di perairan Bayan.
Baca juga: Kebakaran Kapal Kayu di Dermaga Labuhan Haji Lombok Timur, Petugas Berhasil Padamkan Setelah 2 Jam
Para korban kemudian dievakuasi ke daratan melalui Pantai Kampung Baru, Dusun Plabasari, Kecamatan Bayan sekitar pukul 13.00 Wita, sebelum dibawa ke Puskesmas Bayan untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari kejadian tersebut, keenam nelayan ini mengalami kerugian materil dimana 1 unit kapalnya tak bisa diselamatkan, dan ditelan lautan.
Selain itu, muata. garam sekitar kurang lebih 350 ton juga ikut ditelan gelombang.
“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Kapolsek.
Kapolsek Bayan menambahkan, pihaknya bersama warga segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan adanya korban kapal tenggelam yang ditemukan nelayan.
“Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Bayan. Kami juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan,” ungkap Kapolsek Bayan.
Penyebab kejadian diduga akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Kapolsek Bayan mengimbau kepada seluruh nelayan dan pelaut agar lebih berhati-hati saat melaut, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca demi keselamatan bersama.
Adapun data kotban selamat yang dihimpun TribunLombok.com diantaranya ;
- Malikul Ikram (27), Nelayan, Desa Sangiang, Kec. Wera, Kab. Bima
- Fahrin (46), Desa Sangiang, Kec. Wera, Kab. Bima
- M. Saleh (47), Nahkoda, Desa Sangiang, Kec. Wera, Kab. Bima
- Muhamad Rizky Fadilah (25), Desa Pude, Kec. Kajuara, Kab. Bone, Sulsel
- Taufiq (41), Nelayan, Desa Sangiang, Kec. Wera, Kab. Bima
- Bani (60), Nelayan, Desa Sangiang, Kab. Bima (domisili Banjar Tengah, Kalsel)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KAPAL-TENGGELAM-432.jpg)