NTB

PUPR NTB Perbaiki Jalan Rusak di Lombok Timur dengan Aspal Tiga Lapis

TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
PERBAIKAN JALAN - Kepala Dinas PUPR NTB Sadiminmengecek proyek perbaikan jalan di Desa Tanjung Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, Senin (1/12/2025). Konstruksi perbaikan jalan di Lombok Timur menggunakan perkerasan aspal tiga lapis dengan total ketebalan 18,5 sentimeter. 
Ringkasan Berita:
  • Proyek perbaikan jalan di Lombok Timur menargetkan total panjang 4 kilometer.
  • Teknik konstruksi perbaikan diyakini akan memiliki daya tahan yang optimal terhadap kendaraan berat pengangkut material galian C.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nusa Tenggara Barat (NTB) merealisasikan perbaikan jalan rusak sepanjang 4 kilometer di Desa Tanjung Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur.

Fokus utama PUPR NTB menangani jalan yang mengalami kerusakan berat. 

“Konstruksi yang kami gunakan adalah perkerasan aspal tiga lapis dengan total ketebalan 18,5 cm yang dirancang untuk daya tahan hingga 10 tahun meski dilewati kendaraan berat,” ucap Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin saat ditemui di sela pengecekan, Senin (1/12/2025).

Proyek perbaikan jalan ini menargetkan total panjang 4 kilometer. 

Sekira 1 kilometer merupakan jalan yang mengalami kerusakan berat, sementara sisanya dikerjakan untuk pelebaran dan pengaspalan ulang.

Sadimin menjelaskan, rincian teknis konstruksi perkerasan yang diterapkan pada proyek perbaikan jalan ini.

"Yang rusak berat, yang di sini, ini sekitar 1 kilometer. Yang sisanya pelebaran sama pengaspalan saja. Kalau di sini mulai dari pondasi sampai LPA (Lapis Pondasi Agregat) dan lapisan perkerasan-nya yang tebalnya sekitar 18,5 cm,” sebutnya.

Baca juga: PUPR NTB Cek Lokasi Awal Mega Proyek Jalan Bypass Lembar-Kayangan

Ketebalan 18,5 cm tersebut berasal dari tiga lapisan aspal yang terbagi - bagi, di antaranya lapis pertama menggunakan Asphalt Concrete Binder Course dengan tebal 8 cm berfungsi sebagai lapisan peredam tekanan dan penahan beban dinamis kendaraan secara efektif.

Lapis kedua menggunakan  binder course dengan tebal sekira 4 sentimeter yang berfungsi sebagai kekuatan struktural tambahan.

Lapis ketiga menggunakan Asphalt Concrete Wearing Course yang digunakan sebagai penutup kedap air setebal 6,5 sentimeter berfungsi sebagai lapisan permukaan yang bersentuhan langsung dengan beban lalu lintas.

Sadimin meyakini proyek ini akan memiliki daya tahan yang optimal mengingat wilayah tersebut sering dilalui kendaraan berat pengangkut material galian C, spesifikasi konstruksi sengaja dibuat kokoh.

"Sesuai ketentuan, yang ini sekitar 10 tahun. Makanya sampai 18 cm cuman risikonya kan akhirnya yang kita tangani hanya dapat sedikit. Karena aspalnya yang mahal kan. Nilainya Rp28 miliar hanya bisa 4 kilometer,” pungkasnya.

"Kalau materialnya di sini kan sudah cukup bagus. Material AMP, tanahnya kan rata-rata pasir batu kan, jadi untuk bahan jalan ini memang cukup bagus,” tegasnya.

Lapisan aspal dengan kombinasi AC-BC dan AC-WC dirancang untuk jalan raya utama, jalan industri, dan jalan dengan volume lalu lintas serta beban kendaraan yang tinggi.

Sadimin mengimbau para pengusaha dan pengemudi kendaraan berat yang melintas agar ikut menjaga kualitas jalan yang telah diperbaiki.

"Harapannya nanti truk-truk pasir itu ditutup pakai terpal, supaya enggak membahayakan masyarakat kalau sampai jatuh-jatuh," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa menyiram aspal tidaklah bagus, melainkan harusnya ada kewajiban untuk membersihkan sisa material yang berceceran.

"Kalau disiram kan enggak bagus aspal itu, jadi dibersihkanlah," tutupnya.

(*)