NTB
PUPR NTB Cek Lokasi Awal Mega Proyek Jalan Bypass Lembar-Kayangan
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Jalan port to port merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.
- Proyek strategis Jalan Bypass Lembar-Kayangan diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp3,5 triliun dan digarap mulai tahun 2027.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, NTB - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nusa Tenggara Barat (NTB) mematangkan rencana pembangunan mega proyek Jalan Bypass Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.
Jalan port to port merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.
Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin, Senin (1/12/2025), bersama tim turun memantau langsung lokasi yang akan dijadikan patokan awal dimulainya mega proyek ini.
Yakni di Desa Batunyala, Kecamatan Sengkol, Lombok Tengah yang sudah terhubung dengan Jalan Bypass Mandalika.
Menurut rencana ruas jalan baru akan dibangun melewati Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
Kemudian melalui Kecamatan Keruak, Labuhan Haji, hingga sampai di Labuhan Lombok, Pringgabaya, Lombok Timur sehingga terhubung dengan jalan menuju Pelabuhan Kayangan.
Baca juga: Ruas Jalan Bypass Lembar-Kayangan Bakal Lewati Gerung, Sengkol, hingga Labuhan Haji
Sadimin mengungkap proyek strategis ini diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp3,5 triliun dan digarap mulai tahun 2027.
Jalan ini bertujuan untuk memperlancar arus logistik.
“Selain itu proyek ini kita harapkan dapat mengurai kemacetan parah yang sering terjadi di jalur eksisting, khususnya rute dari Kota Mataram menuju Pelabuhan Kayangan,” ucap Sadimin.
Pangkas Waktu Tempuh dan Tingkatkan Konektivitas
Dengan adanya jalur baru ini, kata Sadimin, waktu tempuh logistik diharapkan terpangkas secara signifikan.
Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi DED (Detail Engineering Design) dan studi lingkungan.
"Diharapkan tahun 2027 sudah mulai pembangunan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jalan ini bisa selesai dibangun pada tahun 2029.
Jalan Bypass Lembar–Kayangan dirancang memiliki panjang total sekitar 25 kilometer yang membentang dari Sengkol di Lombok Tengah hingga Pringgabaya di Lombok Timur.
Untuk menghindari lonjakan biaya pembebasan lahan, trase desain sengaja diarahkan melalui jalan kabupaten dan kawasan minim permukiman.
"Nanti harapannya mobil truk, mobil logistik tidak perlu lagi lewat jalan eksisting dari Kota Mataram ke Kayangan, sehingga lebih cepat dan memangkas biaya," jelas Sadimin.
Manfaat jalan ini berupa efisiensi biaya operasional yang akan dirasakan para pelaku usaha logistik.
“Jalan baru ini akan dibangun dengan spesifikasi dua jalur, empat lajur, dengan lebar sekitar 25-30 meter,” katanya.
Proyek strategis ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas antar wilayah.
“Nanti akan kita buatkan dua bundaran, satu di Sengkol dan satu lagi di Marong,” demikian Sarimin.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pupr_ntb_sadimin_cek_lokasi_bypass_lembar_kayanganjpg.jpg)