NTB

BPS Ungkap Penyebab Pengangguran di NTB Meningkat

Tribunnews.com/Robby Firmansyah
PENGANGGURAN - Kepala BPS NTB, Wahyudin saat ditemui, Kamis (27/11/2025). Dia mendorong banyak investasi padat karya seperti hilirisasi agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja di NTB.  
Ringkasan Berita:
  • BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat Wahyudin mengungkap, penyebab angka pengangguran meningkat, meski jumlah investasi juga naik. 

  • Angka pengangguran NTB meningkat menjadi 10 ribu lebih pada tahun 2025, atau naik 0,33 persen dibandingkan tahun 2024.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin mengungkap, penyebab angka pengangguran meningkat, meski jumlah investasi juga naik. 

Dia mengatakan hal ini disebabkan sebagian besar investasi di NTB merupakan padat modal bukan padat karya, sehingga minim menyerap tenaga kerja. 

"Lebih dari 50 persen investasi yang masuk di NTB itu padat modal," kata Wahyudin, Kamis (27/11/2025). 

Salah satunya investasi di bidang pertambangan sepertinya di PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), kemudian di Mandalika di sektor pariwisata. 

Dalam rilis BPS terakhir disebutkan angka pengangguran meningkat menjadi 10 ribu lebih pada tahun 2025, atau naik 0,33 persen dibandingkan tahun 2024 lalu yang hanya 2,73 persen. 

"Ini disebabkan karena jumlah angkatan kerja yang bertambah, tidak sebanding juga dengan jumlah serapan tenaga kerja," kata Wahyudin. 

Dia mengatakan, kedepan pemerintah daerah harus mengedepankan investasi yang padat karya, misalnya hilirisasi di bidang pertambangan dengan menggandeng industri ekonomi kreatif. 

Selain pertambangan, dia juga mengungkapkan potensi pertanian yang ada di NTB terutama padi dan jagung. Pemerintah bisa membuka peluang investasi di bidang pengolahan pakan ternak yang sampai saat ini belum ada di NTB. 

"Dari potensi yang kita miliki kebanyakan kita bawa keluar, kita tidak mau membangun pakan ternak," kata dia. 

Dia berharap potensi-potensi sumber daya alam yang dimiliki NTB bisa menggaet investor untuk menanamkan modal di NTB, yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. 

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) nilai realisasi investasi di NTB sampai pada triwulan III tahun 2025 sebesar Rp48,98 triliun atau 80,18 persen dari target nasional sebesar Rp 61,09 triliun. 

Baca juga: Realita Ketenagakerjaan NTB: Investasi Serap Ribuan Pekerja, Pengangguran Justru Naik

Jika dilihat per periode nilai investasi dari Juni sampai dengan September 2025 terealisasi sebesar Rp20,17 triliun. 

Sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) masih merajai dengan nilai investasi sebesar Rp16,29 triliun, kemudian disusul pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp1,26 triliun dan posisi ketiga sektor perindustrian Rp955 miliar. 

Kemudian jika ditelisik dari daerahnya, investasi di Kabupaten Sumbawa Barat terbesar yakni Rp15,65 triliun, disusul Lombok Tengah 2,36 triliun dan Lombok Utara Rp 489 miliar. 

(*)