NTB
Gubernur Iqbal Targetkan Dua Bulan Rampungkan Perbaikan Dapodik
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah NTB.
Salah satu langkah strategis yang kini menjadi prioritas adalah pembenahan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan ke depan.
Gubernur Iqbal mengungkapkan, pemutakhiran data Dapodik menjadi hal mendesak karena banyak data sarana dan prasarana pendidikan yang tidak akurat.
Hal ini, kata dia, sering kali disebabkan oleh dorongan mengejar nilai akreditasi atau kesalahan dalam pengelolaan dana BOS.
“Perbaikan Dapodik ini yang akan kami targetkan selesai dalam dua bulan ke depan,” kata Iqbal saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau salah satu sekolah di Mataram, Rabu (22/10/2025).
Baca juga: Gubernur Iqbal Cerita Masalah Pendidikan di NTB, Mendikdasmen Singgung Akurasi Data
Menurut Iqbal, kebijakan pendidikan nasional yang disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti menitikberatkan pada pemerataan kualitas antara sekolah di kota dan daerah pinggiran.
Arah kebijakan itu mencakup revitalisasi sekolah negeri dan swasta, perbaikan tata kelola tenaga pendidik, penguatan kompetensi lulusan SMK, hingga penurunan angka putus sekolah melalui model sekolah satu atap dan pembelajaran jarak jauh berbasis modul.
“Arah pendidikan nasional ini jelas pemerataan kualitas pendidikan. Tak ada perbedaan yang jauh antara daerah pinggir dan tengah kota,” ujar Iqbal.
Baca juga: Gubernur Iqbal Cerita Masalah Pendidikan di NTB, Mendikdasmen Singgung Akurasi Data
Ia menegaskan, pembenahan data pendidikan bukan sekadar administratif, tetapi menjadi dasar penting bagi penyaluran program pusat agar tepat sasaran sesuai kondisi faktual di lapangan.
“Kondisi faktual pendidikan ini penting untuk disampaikan agar program pusat yang turun sesuai dengan kondisi satuan pendidikan yang ada. Dan ini jadi dasar kebijakan dari Pemerintah Provinsi NTB,” tegas Iqbal.
Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyoroti masih banyaknya kerusakan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah. Ia menyebut, data yang dimiliki pemerintah menunjukkan perlunya pembenahan serius di sektor ini.
“Angka-angkanya menunjukkan banyak hal yang perlu kita benahi,” ujarnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PENDIDIKAN-NTB-HARI-INI-10.jpg)