NTB

Realisasi Belanja Pemprov NTB Per Oktober 2025 Ungguli Kabupaten/Kota

TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
REALISASI APBD - Kepala BPKAD Provinsi NTB, Nursalim memberi keterangan kepada wartawan di salah satu hotel di Mataram. Realisasi belanja Pemprov NTB mencapai 64 persen sementara kabupaten/kota rata-rata 55 persen. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Realisasi belanja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) capai 64,79 persen dari total target pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sekitar Rp6,2 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi NTB Nursalim menyampaikan realisasi belanja pemerintah provinsi lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota.

"Lihat kabupaten dan kota APBN saja di NTB itu sekitar 55 persen, di kabupaten kota tidak lebih dari angka 55 persen atau 60 persen. Nah provinsi sudah tembus 64 persen," kata Nursalim.

Nursalim mengatakan saat ini hampir semua proyek sudah berkontrak hanya saja belum dilakukan penandatanganan berita acara serah terima (BAST) oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sehingga belum diajukan surat perintah membayar.

Baca juga: Membedah Dana BTT Pada APBD NTB 2025

"Perkiraan saya kalau semua sudah mengajukan itu bisa tembus Rp100 miliar sehingga kami optimis sampai dengan akhir tahun nanti bisa di atas 95 persen," kata Nursalim.

Berdasarkan data yang diterima TribunLombok.com, sampai dengan 17 Oktober 2025, realisasi belanja Pemprov NTB 64,79 persen atau Rp4 triliun dari total target di APBD 2025 sebesar Rp6,2 triliun.

Masih tersisa Rp813 miliar anggaran daerah yang belum dicairkan karena belum dilakukan penandatanganan BAST oleh OPD sehingga belum dilakukan pencairan.

Mantan Karo Organisasi Setda NTB itu mengatakan, jika semua proyek yang sudah berkontrak dilakukan serah terima, maka realisasi belanja NTB pada akhir tahun ini bisa tembus 95 persen. 

(*)