NTB

NTB Genjot Program Genting, Targetkan Stunting Turun di Bawah 10 Persen

RIBUNLOMBOK.COM/ ROBBY FIRMANSYAH
NONTON BARENG - Suasana nonton bareng program talkshow  solidaritas Genting 'Tumbuh Tanpa Batas' di BKKBN Perwakilan NTB, Rabu (15/10/2025).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendugbangga) / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), melaksanakan talkshow solidaritas Genting 'Tumbuh Tanpa Batas'.

Acara ini sebagai langkah nyata pemerintah bersama stakeholder memperkuat solidaritas, gotong royong dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak bangsa.

Talkshow ini berlangsung di Studio I Kompas TV Jakarta, Menteri Kemendugbangga/BKKBN, Dr Wihaji hadir sebagai keynote speaker dalam acara ini.

Sementara para pembicara yang hadir di antaranya Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan, CEO Kita Bisa, Vikra Ijas, District Governor Rotary 3410, DG Sanny Suharli, CEO Danantara Dony Oscari dan CEO Tribunnetwork, Dahlan Dahi.

Baca juga: Bupati Lombok Timur Raih Penghargaan Internasional Atas Keberhasilan Turunkan Stunting

Di tingkat daerah, Perwakilan BKKBN melakukan nonton bareng program tersebut dan diikuti oleh seluruh pegawai.

Kepala Perwakilan BKKBN Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Makripuddin mengatakan, sejak diluncurkan program Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ini sudah banyak memberikan dampak kepada masyarakat.

"Sejak diluncurkan gerakan ini oleh Pak Menteri, kita melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting, itu secara berkesinambungan artinya sejak kehamilan sampai melahirkan," kata Makrif, Rabu (15/10/2025).

Makrif mengungkapkan ada tiga intervensi yang dilakukan ditingkat daerah di antaranya, memberikan bantuan nutrisi kepada keluarga anak asuh ini. Kemudian bantuan non nutrisi seperti, bantuan sanitasi bedah rumah dan sebagainya.

Ketiga bantuan dalam bentuk edukasi, ini diberikan agar orang tua asuh memahami cara prilaku mengasuh yang baik dan benar.

"Alhamdulillah sejak program ini launching, dari target 38,520 sasaran yang sudah mendapatkan intervensi sebanyak 30 sasaran atau 78,7 persen," kata Makrif.

Makrif mengatakan pemerintah daerah masih memiliki waktu sampai dengan Desember untuk memberikan intervensi, sehingga sampai akhir tahun nanti bisa 100 persen.

Menurut data elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM), angka stunting NTB saat ini 11 persen. Namun berbeda dengan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) angka stunting NTB tahun 2024 sebesar 29,8 persen.

Meningkat 3 persen lebih dibandingkan tahun 2023 sebesar 24,6 persen. Makrif mengatakan survei akan kembali dilakukan pada tahun 2026 nanti, sehingga untuk tahun ini belum bisa dipastikan terkait penurunan stunting di NTB.

Meski demikian ia optimis NTB mampu mencapai target stunting dibawah 10 persen. 

(*)