NTB

Sampah Kiriman Cemari Pantai Loang Baloq, Pengelola dan Warga Harap Kesadaran Bersama

TRIBUNLOMBOK.COM
PERSOALAN SAMPAH - Penampakan sampah di sepanjang bibir Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Kamis (25/9/2025). 

Laporan TribunLombok.com, Nita Agustina

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Persoalan sampah terus menjadi tantangan utama di Pantai Loang Baloq, salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Mataram.

Meski menjadi favorit warga lokal dan wisatawan, pantai yang terletak di ujung hilir aliran sungai ini harus menanggung beban sampah kiriman yang datang setiap hari dari berbagai wilayah, termasuk Lombok Barat dan Lombok Tengah.

“Yang paling menjadi perhatian kami sekarang ini ya sampah. Walaupun dibersihkan setiap hari, paling 10–15 menit kemudian datang lagi kiriman sampah dari sungai,” ujar Zulkifli, Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Loang Baloq, saat ditemui di lokasi, Kamis (25/9/2025).

Menurutnya, meskipun tim pengelola bersama para pedagang rutin membersihkan area pantai setiap pagi dan sore, upaya tersebut belum cukup untuk mengimbangi derasnya volume sampah yang terus berdatangan. Keadaan ini tak jarang membuat para pengelola kewalahan.

Namun, mereka tidak tinggal diam. Selain kegiatan bersih-bersih harian, pengelola juga memanfaatkan fasilitas pengolahan sampah organik, khususnya daun, yang diubah menjadi pupuk.

Kerja sama dengan bank sampah juga terus dilakukan, ditambah dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang melakukan pengangkutan sampah setiap tiga hari sekali.

Zulkifli menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan.

“Bukan cuma keamanan yang kita kampanyekan, tapi juga kebersihan. Setiap 30 menit sampai 1 jam kita umumkan lewat pengeras suara supaya pengunjung dan pedagang buang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Baca juga: Pemkot Mataram Uji Coba Program Tempah Dedoro untuk Atasi Sampah Organik

Tak hanya itu, program gotong royong digelar rutin setiap hari Jumat. Pengelola juga menjalin kolaborasi dengan kelurahan melalui program PILSADA (Pilah Sampah dari Rumah).

Sejumlah pihak swasta, BUMN, hingga komunitas mahasiswa turut andil dalam aksi bersih pantai, menunjukkan adanya dukungan lintas sektor dalam menjaga lingkungan Loang Baloq.

Meski demikian, tumpukan sampah di beberapa sudut pantai tetap menjadi pemandangan yang mengganggu bagi pengunjung. Ulfa, warga Meninting, mengaku sedih melihat kondisi tersebut.

“Sangat mengganggu, apalagi Lombok sering dikunjungi turis, termasuk mancanegara. Harusnya kita bisa lebih peduli,” katanya.

Tiwi, wisatawan asal Bandung yang datang bersama keluarganya, menyampaikan hal senada. Ia mengapresiasi keindahan pantai, namun merasa kurang nyaman karena banyaknya sampah.

“Pantainya bagus, tapi sampahnya banyak banget. Jadi kurang nyaman, apalagi kalau mau foto-foto cantik. Harus ada aturan yang tegas biar orang lebih sadar,” ucapnya.

Padahal, Pantai Loang Baloq memiliki fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari gazebo, aula kegiatan, taman bermain anak, hingga area parkir yang luas.

Pantai Loang Baloq sendiri memiliki fasilitas cukup lengkap seperti gazebo, aula untuk kegiatan, taman bermain anak, dan area parkir yang luas. Harga tiket masuknya terjangkau, Rp2.000 per orang.

(*)