NTB
Keluarga Bantah Isu Bela Diri, Vira Hanya Mahasiswi Berprestasi dan Penari
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Keluarga Ni Made Vaniradya Puspa Nitra (19), mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang tewas dibunuh di Pantai Nipah, Lombok Utara, membantah jika korban menguasai bela diri Karate seperti yang diisukan.
Ayah korban, I Ketut Nitra Bagia Vira mengungkapkan, sosok mendiang anaknya itu dikenal keluarga sebagai anak yang berprestasi di bidang akademik dan hanya menguasai seni tari. Korban tidak pernah ikut dalam kegiatan pelatihan bela diri apapun.
Vira dimata keluarga hanya sosok yang polos dan sering ikut terlibat dalam kegiatan di sanggar tari dan memang sering tampil dalam pertunjjukan.
“Vira dari kecil ikut sanggar tari, dia tidak pernah ikut belajar bela diri,” ucap Nitra, Rabu (24/9/2025).
Nitra menambahkan, kemampuan putrinya lebih menonjol di bidang akademik dan seni.
“Jenis tarian yang digeluti anak saya itu semacam tari Bali, sering dia pentas, bahkan di kampus juga dia tampil,” katanya.
Baca juga: Keluarga Desak Polisi Dalami Motif Pembunuhan Mahasiswi Unram di Pantai Nipah
Senada dengan Nitra, Ibu korban, Ning Purnamawati, juga menegaskan, sebagian besar waktu Vira dihabiskan untuk belajar dan berdiskusi dengan teman-teman kampus.
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Vira bahkan nyaris sempurna, dengan nilai terakhir mencapai 3,98.
“Kalau ada yang bilang anak saya bisa bela diri, itu tidak benar. Dia anaknya fokus belajar, aktif di seni, dan orangnya baik,” tegas Ning.
Selain itu, Vira juga terpilih masuk kelas internasional Program Studi Agrobisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram berkat prestasi akademiknya yang konsisten tinggi.
Sebelumnya, Polres Lombok Utara menetapkan Radiet Ardiyansyah, teman dekat korban, sebagai tersangka tunggal pembunuhan.
Radiet sempat mengaku peristiwa di Pantai Nipah pada 28 Agustus lalu merupakan aksi begal, namun penyidik menyatakan pengakuan itu hanya alibi.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, mengatakan keterlibatan Radiet terungkap dari hasil analisis forensik. DNA tersangka ditemukan pada sejumlah barang bukti, termasuk sebilah bambu, beberapa batu, pakaian, serta bercak darah.
“Penyelidikan kami mengerahkan semua sumber daya, mulai dari pemeriksaan ahli pidana, kriminologi, hingga forensik. Kami juga melakukan tes poligraf dan psikologi terhadap tersangka untuk memastikan hasil yang akurat,” tegas Agus.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kapolres-Lombok-Utara-AKBP-Agus-Purwanta___.jpg)