NTB
Refleksi Pelantikan PW NU NTB: Mengikat Ukhuwah, Menata Masa Depan
Oleh: Suaeb Qury, Wakil Sekretaris PW NU Prov NTB
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pelantikan sejatinya adalah sumbolik dan serimonial yang lajzim dilaksanakan oleh setiap prosesi atau suksesi sesorang atau organisasi yang telah berhasil dan meraih sebuah kemenangan.
Prosesi pelantikan PW NU NTB yang akan berlangsung pada tanggal 14 September 2025 yang bertempat di Auditurium Kampus UIN mataram adalah tradisi yang biasa tapi bisa juga menjadi luar biasa.
Kehadiran NU sebagai organisasi terbesar di dunia yang sudah mengabdikan diri untuk bangsa sudah sampai satu abad lebih berjalan.
Betapa kehadiran NU sebagai organisasi yang lahir dan didirikan oleh para ulama dan kiyai menancapkan pondasi yang kuat bagi jamiyah dan lebih khusus lagi untuk jamaah dan umat islam pada umumnya.
Kiprah dan pengabdian Nadlatulul Ulama dalam konteks keumatan dan kebangsaan telah banyak berkontribusi untuk bangsa dan Negara.
Melanjutkan pengandian untuk bangsa dan negara. Apa yang telah diletakkan oleh para muasis NU tidak terlepas dari prinsip dasar pendirian NU dan pesan khadratusyeakh Kiyai Muhammad Hasyim Asari.
Semakin bertambah usinya NU dan berkembang secara kualitas dan kuantitas jamiyah serta jamaah yang tersebar seluruh dunia.
Baca juga: OPINI: Jagung, Kemiskinan Struktural dan Janji Gubernur NTB
Dewasa ini membuktikan bahwa NU menjadi pengayom dan pelinsung bagi warga bangsa bangsa. Eksistensi NU terus berkembang. Di Nusa Tenggara Barat (NTB) NU dipimpin oleh Prof TGH Masnun Tahir, M.Ag.
Sebagai Ketua PW NU Prov NTB telah membuktikan capaian yang maksimal dalam kaderisasi dan penataan struktur dari tingkat MWC NU sampai tingkat Cabang serta sarana pradarana kantor yang dibangun lima lantai.
Pada masa khidmad kedua menjadi Ketua Tanfiziayah berorentasi menyiapkan infrastruktur dan kualitas kader yang mempuni untuk melanjutkan masa depan NU di NTB.
Hal ini dapat dilihat dari bukti kehadiran struktur PW NU NTB masa khidmad 2025-2030 yang diisi oleh para tokoh dan kader yang multi demensi keilmuan serta kiprhanya diberbagai lembaga.
Dipundak para pengurus yang baru, dititipkan masa depan NU yang lebih baik dengan orentasi melanjutkan sesuatu yang baik untuk kebaikan dan kemajuan NU masa datang yang tetap memegang tali trilogi hubungan dalam NU yakni ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariayah dan ukhuwah islamayiah sebagai pandu jalan dalam membangun persuadaran dan merawat NU untuk bangsa dan Negara serta kemaslahatan umat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Suaeb-Qury35.jpg)