NTB
Alasan PT GNE Dapat Suntikan Modal Rp8 Miliar Meski Sedang Bermasalah
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - PT Gerbang NTB Emas (GNE) akan mendapatkan suntikan dana penyertaan modal sebesar Rp8 miliar.
Hal itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2025.
Plt Karo Ekonomi Setda NTB Muslim merincikan tujuan suntikan dana ini membayar pajak dan memperkuat modal PT GNE.
"Uangnya sekitar Rp8miliar, Rp5 miliar lebih untuk pajak dan sisanya untuk memperkuat modal mereka," kata Muslim.
Muslim mengatakan, pemberian tambahan dana ini tidak serta merta dilakukan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal melainkan sudah melalui kajian dan mendengar masukan dari berbagai pihak.
Baca juga: Dewan Soroti Nihilnya Deviden PT GNE, Desak Gubernur NTB Audit Investigasi hingga Likuidasi
"Pak Gubernur ingin mendorong BUMD ini lebih fokus kepada bisnis yang lebih menjanjikan. Tidak lagi diberi ruang untuk coba-coba," kata Muslim.
Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB ini mengatakan, pemerintah daerah mendorong pengembangan potensi PT GNE agar bisa membayar utang.
pemerintah juga akan melakukan efisiensi manajerial dan restrukturisasi kelembagaan PT GNE agar lebih efektif.
"Secara manajerial struktur kelembagaan akan dievaluasi, restrukturisasi atau penempatan personil, jangan sampai unit usaha yang cukup disatu aspek tadi, tapi dengan jumlah pegawai yang begitu besar," kata Muslim.
Muslim menepis tudingan, bahwa dengan suntikan dana ini memanjakan BUMD yang bermasalah.
Sebaliknya, tambahan modal ini sebagai upaya penyehatan.
PT GNE Terlilit Utang
Dalam kesempatan terpisah, Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan, penyertaan modal ini dilakukan untuk menyelamatkan badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi NTB ini.
"GNE itu tidak bisa RUPS karena pajaknya ngemplang masih nunggak, ini kita bantu biar bisa RUPS, supaya perusahaan ini bisa lebih memulai jalan," kata Faozal, Senin (8/9/2025).
Agar bisa melakukan RUPS maka PT GNE harus menyelesaikan pajak dan pokok-pokok utangnya.
Pemintaan penyertaan modal ini jauh lebih besar namun keterbatasan membuat pemerintah hanya mampu memberikan Rp8 miliar.
Audit Investigasi
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal diminta melakukan audit investigasi terhadap pengelolaan keuangan PT Gerbang NTB Emas (GNE).
Anggota komisi III DPRD NTB Muhammad Aminullah menanggapi rencana pemberian suntikan modal untuk perusahaan milik daerah tersebut sebesar Rp8 miliar di tengah kondisi keuangan dan manajemen PT GNE yang kurang sehat.
"Saya tetap pada pendirian saya Pak Gubernur harus melakukan audit investigasi dan audit tuntas, sebelum melakukan suntikan modal," kata Maman sapaan karibnya, Senin (8/9/2025).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, audit investigasi bertujuan untuk mengetahui aliran dana di PT GNE.
Baca juga: Minim Sumbang Deviden, PT GNE Justru Dapat Suntikan Dana Rp8 Miliar di APBD Perubahan 2025
Sebab, Badan Usaha Milik daerah (BUMD) NTB ini tidak menyumbang deviden selama beberapa tahun terakhir.
"Kita harus tahu aliran dana selama ini ke mana, berapa jumlahnya, setelah itu kita lakukan audit tuntas untuk melakukan restrukturisasi," kata Maman.
Restrukturisasi ini, kata Maman, dilakukan untuk menyehatkan kembali BUMD ini agar mampu menyumbang deviden bagi daerah.
Maman merincikan beberapa kasus yang terjadi ditubuh PT GNE di antaranya, proyek pembangunan rumah subsidi yang diduga terjadi penggelembungan harga tanah.
Kemudian penjualan tiket event MXGP yang pembayarannya tidak jelas.
"Kita harus dalami dan lihat alirannya, kalau menyimpang serahkan ke APH (Aparat Penegak Hukum)," kata Maman.
Maman menolak BUMD ini dibubarkan, ia lebih setuju jika perusahaan ini diselamatkan.
Namun dengan catatan melakukan audit investigasi dan audit tuntas.
Menurutnya BUMD seperti ini jika dikelola dengan baik mampu memberikan dampak kepada masyarakat.
Maka perombakan total manajemen PT GNE juga wajib dilakukan.
"Sekarang bagaimana manajemen ini sehat, harus diisi oleh orang yang profesional. Harus diperbaiki semua masak uang rakyat kita biarkan dibawa lari," ucapnya.
Maman tidak menyoal angka yang akan digelorakan Pemprov NTB untuk menyelamatkan PT GNE.
Bahkan dia mengatakan jika manajamen sudah baik, kebutuhan sudah tersusun dengan baik bisa saja angka yang dikeluarkan lebih besar dari yang sekarang ini.
Sebagai informasi, penyertaan modal senilai Rp8 miliar untuk PT GNE ini dituangkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2025.
Rancangan ini kini tengah dibahas DPRD NTB untuk segera disetujui paling lambat 30 September 2025.
Catatan Banggar DPRD NTB
Sebelumnya Badan anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendesak Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap PT Gerbang NTB Emas (GNE).
Juru bicara Banggar DPRD NTB Sudirsah Sujanto mengatakan, sudah beberapa tahun terakhir Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini tidak menyumbang deviden untuk daerah.
Bahkan politisi Partai Gerindra itu dalam laporannya menyampaikan, jika ditemukan kerugian dari usaha yang dijalankan PT GNE ini untuk dilakukan likuidasi atau membubarkan BUMD ini.
"Badan anggaran untuk melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap PT GNE, reposisi manajemen jika diperlukan dan penyusunan roadmap bisnis yang sehat dan berbasis layanan publik," kata Sudirsah, Rabu (30/7/2025).
Sudirsah menyampaikan penyumbang deviden terbesar untuk daerah dari empat BUMD ini yakni, Bank NTB Syariah sebesar Rp79,26 miliar, PT Jamkrida Rp1,61 miliar dan PT BPR NTB Rp9,72 miliar.
Di sisi lain, PT GNE sedang dirundung kasus korupsi yang kini sedang ditangani Kejati NTB.
Antara lain dugaan korupsi pengelolaan aset dan keuangan dan kerja sama sistem penyediaan air minum (SPAM) di Gili Trawangan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kantor-PT-GNE-di-Kota-Mataram.jpg)