NTB
Dewan Minta Gubernur Iqbal Audit Investigasi Keuangan PT GNE
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Lalu Muhamad Iqbal diminta melakukan audit investigasi terhadap pengelolaan keuangan PT Gerbang NTB Emas (GNE).
Anggota komisi III DPRD NTB Muhammad Aminullah menanggapi rencana pemberian suntikan modal untuk perusahaan milik daerah tersebut sebesar Rp8 miliar di tengah kondisi keuangan dan manajemen PT GNE yang kurang sehat.
"Saya tetap pada pendirian saya Pak Gubernur harus melakukan audit investigasi dan audit tuntas, sebelum melakukan suntikan modal," kata Maman sapaan karibnya, Senin (8/9/2025).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, audit investigasi bertujuan untuk mengetahui aliran dana di PT GNE.
Baca juga: Minim Sumbang Deviden, PT GNE Justru Dapat Suntikan Dana Rp8 Miliar di APBD Perubahan 2025
Sebab, Badan Usaha Milik daerah (BUMD) NTB ini tidak menyumbang deviden selama beberapa tahun terakhir.
"Kita harus tahu aliran dana selama ini ke mana, berapa jumlahnya, setelah itu kita lakukan audit tuntas untuk melakukan restrukturisasi," kata Maman.
Restrukturisasi ini, kata Maman, dilakukan untuk menyehatkan kembali BUMD ini agar mampu menyumbang deviden bagi daerah.
Maman merincikan beberapa kasus yang terjadi ditubuh PT GNE di antaranya, proyek pembangunan rumah subsidi yang diduga terjadi penggelembungan harga tanah.
Kemudian penjualan tiket event MXGP yang pembayarannya tidak jelas.
"Kita harus dalami dan lihat alirannya, kalau menyimpang serahkan ke APH (Aparat Penegak Hukum)," kata Maman.
Maman menolak BUMD ini dibubarkan, ia lebih setuju jika perusahaan ini diselamatkan.
Namun dengan catatan melakukan audit investigasi dan audit tuntas.
Menurutnya BUMD seperti ini jika dikelola dengan baik mampu memberikan dampak kepada masyarakat.
Maka perombakan total manajemen PT GNE juga wajib dilakukan.
"Sekarang bagaimana manajemen ini sehat, harus diisi oleh orang yang profesional. Harus diperbaiki semua masak uang rakyat kita biarkan dibawa lari," ucapnya.
Maman tidak menyoal angka yang akan digelorakan Pemprov NTB untuk menyelamatkan PT GNE.
Bahkan dia mengatakan jika manajamen sudah baik, kebutuhan sudah tersusun dengan baik bisa saja angka yang dikeluarkan lebih besar dari yang sekarang ini.
Sebagai informasi, penyertaan modal senilai Rp8 miliar untuk PT GNE ini dituangkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2025.
Rancangan ini kini tengah dibahas DPRD NTB untuk segera disetujui paling lambat 30 September 2025.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-III-DPRD-NTB-Muhamad-Aminullah-242567.jpg)