NTB

Tren Penyakit ISPA di Sumbawa Meningkat, Tercatat 1.568 Kasus

WARTA KOTA/WARTA KOTA/Nur Icshan
PENYAKIT ISPA - Ilustrasi penggunaan masker untuk pencegahan penyakit ISPA. ISPA di Sumbawa menjadi salah satu yang mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa mencatat 1.568 kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Sumbawa, Sarip Hidayat mengungkap ISPA lebih banyak dilaporkan dibanding penyakit lain.

"Gejalanya umumnya batuk, pilek disertai demam, dan menyerang semua kelompok usia tanpa dominasi umur tertentu," ujarnya saat dihubungi pada Kamis (28/8/2025).

Sarip menjelaskan bahwa setiap pekan pihaknya menerima laporan kewaspadaan dini dari seluruh Faskes terkait 24 jenis penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). 

Dari keseluruhan penyakit tersebut, fluktuasi masih terpantau wajar. 

Baca juga: Musim Pancaroba, Warga Kota Bima Mulai Diserang Penyakit ISPA dan Infeksi Kulit

Namun, ISPA menjadi salah satu yang mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir.

"Kami tekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini. Masyarakat diimbau menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta memperhatikan asupan makanan bergizi," terangnya.

Menurutnya, langkah sederhana ini sangat efektif menekan risiko penularan ISPA yang mudah menyebar di tengah perubahan cuaca.

"Kami juga memberikan perhatian khusus pada penyakit malaria," tuturnya.

Sarip menyebutkan, tren peningkatan kasus malaria belakangan ini juga perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas tambang rakyat. 

Padahal, Sumbawa telah menargetkan eliminasi malaria pada tahun 2027. 

"Warga yang keluar masuk wilayah endemis malaria sebaiknya diperiksa. Jika terdeteksi parasit malaria, pengobatan harus dituntaskan agar tidak menulari orang lain. Target eliminasi 2027 hanya bisa tercapai bila semua pihak waspada dan disiplin," tegasnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke faskes terdekat bila mengalami gejala ISPA maupun malaria. 

"Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga penyebaran penyakit bisa dikendalikan," harap Sarif.

(*)