NTB
Sosok Abul Chair, Cucu Mantan Gubernur yang Resmi Dilantik Jadi Sekda NTB
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Kehadiran Abul Chair dipandang sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi visi “Makmur Mendunia”.
- Abul Chair merupakan cucu dari Ruslan Tjakraningrat, Gubernur pertama Provinsi NTB.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal secara resmi melantik Abul Chair sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di Pendopo Gubernur, Kamis (9/4/2026).
Kehadiran Abul Chair dipandang sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi visi “Makmur Mendunia” melalui penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Baca juga: Abul Chair Dilantik Sebagai Sekda NTB Hari Ini
Siapa Abul Chair?
Abul Chair bukanlah sosok asing bagi NTB secara historis.
Ia merupakan cucu dari Ruslan Tjakraningrat, Gubernur pertama Provinsi NTB.
Meski memiliki nama besar keluarga, Abul Chair dikenal membangun karirnya secara mandiri melalui jalur meritokrasi.
Pria kelahiran Jember berdarah Madura-Sumenep ini menempuh pendidikan kedinasan prestisius di bidang keuangan, yakni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) hingga jenjang S.1/D.IV Akuntansi.
Berpengalaman sebagai Auditor
Abul Chair telah mengabdi selama 30 tahun di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Perjalanan karirnya dimulai dari penempatan di Irian Jaya (Papua), kemudian melintasi berbagai provinsi seperti NTT dan Sulawesi Utara, hingga jabatan strategis terakhirnya sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur.
Selama di Jawa Timur, ia terbukti mampu mengelola kompleksitas anggaran yang besar dan berhasil mengawal pemerintah daerah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Sebagai seorang ahli audit sektor publik dan manajemen risiko, Abul Chair membawa pendekatan unik yang disebut sebagai Consultative Auditor.
Ia tidak hanya berfokus mencari kesalahan, tetapi menerapkan konsep “Pengawasan Adaptif dan Terpadu”.
Pola ini bertujuan membantu instansi pemerintah agar tetap akuntabel namun tetap bisa bergerak cepat mencapai target pembangunan tanpa rasa takut akan jeratan hukum.
Dalam kepemimpinan Gubernur saat ini, Abul Chair diposisikan sebagai sang penjaga standar.
Keahliannya diharapkan mampu membangun sistem deteksi dini di birokrasi NTB, serta juga memastikan setiap kebijakan terlindungi secara administratif, dan bersih dari temuan hukum.
Masuknya Abul Chair ke dalam jajaran elit birokrasi NTB menjadi sinyal kuat akan transformasi menuju lembaga yang lebih profesional, independen, dan berintegritas tanpa kompromi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pelantikan_abul_chair_sekda_4948jpg.jpg)