NTB

Pemprov NTB Matangkan Triple Agenda Tahun 2026

Biro Adpim NTB
RAPAT - Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri memimpin rapat penajaman realisasi triple agenda Pemerintah Provinsi NTB tahun 2026 di Ruang Anggrek, Kantor Gubernur, Rabu (21/1/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Pemprov NTB memantapkan pelaksanaan triple agenda 2026: pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata mendunia.

  • Program akan diselaraskan dengan SOTK baru, pengisian jabatan birokrasi, serta tetap dibarengi penanganan stunting.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memantangkan rencana aksi untuk melaksanakan triple agenda di tahun 2026, yaitu pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan pariwisata mendunia. 

Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri bersama dengan tim percepatan, staff ahli dan para asisten melakukan rapat untuk memantangkan rencana tersebut. 

"Ada beberapa pembedahan dari tim percepatan, ini sebagai bahan saja untuk nanti menggelar rapat lanjutan bersama OPD (organisasi perangkat daerah)," kata Dinda sapaan akrabnya Wakil Gubernur, Rabu (21/1/2026). 

Dinda mengatakan pelaksanaan dari triple agenda ini akan bisa dilakukan juga jika komposisi birokrasi semakin lengkap, pasca penerapan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru. 

Maka dalam waktu dekat akan dilakukan pengisian, dan saat ini sedang berproses termasuk pengisian eselon II dan eselon III yang sampai saat ini masih lowong. 

Baca juga: Pemprov NTB Percepat Penanganan Bencana Hidrometeorologi, Optimalkan Dana BTT

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, sebelum direalisasikan tiga program ini masih ditajamkan sehingga bisa benar-benar berdampak kepada masyarakat. 

"Apa yang akan dilaksanakan tahun 2026, sudah ada di APBD. Sekarang kita memastikan yang akan bekerja memahami sesuai dengan tupoksi nanti kita selaraskan dengan tim percepatan," kata Dinda. 

Tak hanya triple agenda saja yang menjadi fokus kedepan, tetapi penanganan stunting juga akan terus dilakukan sehingga persetansenya bisa ditekan. 

(*)