NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ngobrol Para Ilmuwan, Cara LP2M UIN Mataram Menjaga Tradisi Ilmiah Kampus

LP2M UIN Mataram meluncurkan program NGOPI sebagai forum diskusi bulanan untuk mendiseminasikan hasil riset dan menjaga tradisi ilmiah kampus.

Editor: Idham Khalid
Istimewa
PENDIDIKAN - Acara program NGOPI (Ngobrol Para Ilmuwan) LP2M UIN Mataram. Kegiatan ini sebagai forum diskusi bulanan untuk mendiseminasikan hasil riset dan menjaga tradisi ilmiah kampus. 

Ringkasan Berita:
  • LP2M UIN Mataram meluncurkan program NGOPI sebagai forum diskusi bulanan untuk mendiseminasikan hasil riset dan menjaga tradisi ilmiah kampus.

  • Diskusi perdana mengangkat tema ekoteologi, kearifan lokal, dan wakaf hutan sebagai kontribusi akademik dalam menjawab persoalan ekologi.

 

TRIBULOMBOK.COM, MATARAM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram mengawali pekan 2026 dengan menyelenggarakan program NGOPI (Ngobrol Para Ilmuwan), Jumat (9/1/2026).

Kegiatan produktif tersebut dilaunching secara simbolik oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. Masnun, di ruang terbuka Gedung research center UIN Mataram. 

Menurut Ketua LP2M, Prof. Dr. Kadri, program Ngopi yang diinisiasi oleh tim LP2M dihajatkan untuk menfasilitasi pikiran, temuan dan hasil riset para ilmuwan UIN Mataram untuk dibahas dan didiskusikan bersama serta didiseminasikan dalam forum offline sekali sebulan ini.

“Pilihan topik obrolan akademik ini disesuaikan dengan isu-isu aktual yang sedang menjadi perhatian public,” ungkap Prof. Kadri.

Rektor UIN Mataram sangat mengapresiasi ide kreatif dari tim LP2M tersebut karena menurutnya, suasana dan diskusi ilmiah seperti yang terlihat dalam forum Ngopi mesti terus dihadirkan di kampus ana dalam UIN Mataram. 

“LP2M tidak hanya menfasilitasi penelitian dan pengabdian bagi dosen tetapi juga menyiapkan forum untuk mendisiminasikan hasil riset dan pengabdian tersebut. Ngopi ini menunjukkan komitmen yang serius dari LP2M untuk menjaga tradisi ilmiah di kampus,” kata Prof. Masnun mengapresiasi kinerja LP2M.

Di akhir sambutannya, Prof Masnun menyampaikan ketertarikannya dengan tema diskusi perdana program Ngopi, yaitu “Ekoteologi, kearifan local, dan wakaf hutan”. 

Tema ini tidak hanya mensupport agenda kemeterian agama, tertapi juga sangat actual dan dibutuhkan untuk menjawab persoalan ekologi yang akhir-akhir ini sedang dihadapi bangsa dan bahkan dunia. 

“Semoga hasil ngobrol ilmuwan pada edisi perdana ini bisa merekomendasikan solusi dalam melerai persoalan lingkungan yang sedang kita hadapi saat ini,” ungkap Masnun.

Setelah dilaunching secara resmi oleh Rektor UIN Mataram, forum Ngopi pertama diisi dengan diskusi yang dipandu oleh Dr. Mira Mareta, MA, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, LP2M UIN Mataram

Dua narasumber menyampaikan pokok-pokok pikiran menariknya. Prof. Abdul Quddus, Guru Besar ekoteologi menyampaikan materi tentang “ekoteologi dan kearifan local” dan Dr. M. Irwan, pakar perubahan iklim UIN Mataram berbicara tentang “prospek wakaf hutan di Indonesia”.  

Baca juga: Gubernur Iqbal Tunjuk Dokter Jack Pimpin Bapenda NTB

Menurut Prof. M Quddus, teks-teks agama terkait dengan pelestarian alam dan perintah serupa lainnya harus dibumikan untuk menjamin umat beragama berperan sebagai penjaga dan pelestari bumi. Pandangan ini diperkuat dengan gagasan wakaf hutan yang oleh Dr. M. Irwan punya prospek Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas Muslim. 

Pikiran dua narasumber ini telah menjadi pemantik keseriusan diskusi puluhan ilmuwan yang hadir dalam diskusi Jum’at pagi tersebut. 

Banyak perspektif yang disampaikan para Profesor dan ilmuwan yang mendapat kesempatan untuk berbicara dalam forum tersebut.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved