Kamis, 16 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Penumpang Angkutan Umum Periode Libur Natal 2025 Naik 6,57 Persen

Jumlah penumpang angkutan umum sebanyak 14.029.327 orang pada periode Natal 2024 menjadi 14.951.649 orang pada 2025

Tribunnews.com/Jeprima
LIBUR NATARU - Sejumlah penumpang mulai memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025). Jumlah penumpang angkutan umum sebanyak 14.029.327 orang pada periode Natal 2024 menjadi 14.951.649 orang pada 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah penumpang angkutan umum sebanyak 14.029.327 orang pada periode Natal 2024 menjadi 14.951.649 orang pada 2025.
  • Penumpang angkutan umum selama periode Natal 2025 mengalami kenaikan 6,57 persen. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Akumulasi pergerakan penumpang angkutan umum selama periode Natal 2025 mengalami kenaikan 6,57 persen. 

Yakni dalam rentang waktu dari 18 Desember-30 Desember 2025. 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kenaikan itu setara 922.322 orang. 

Yakni dari 14.029.327 orang pada periode Natal 2024 menjadi 14.951.649 orang. 

Posko Pusat Angkutan Ntaru 2025/2026 mencatat penumpang kereta api 5.380.544 orang, angkutan laut 1.244.308 orang.

Angkutan penyeberangan 2.578.163 orang, angkutan udara 3.496.901 orang, dan angkutan darat 2.251.733 orang.

Baca juga: Sepekan Libur Natal 2025, 10 Juta Orang Mudik Pakai Angkutan Umum

“Jumlah pergerakan masyarakat yang menggunakan angkutan umum pada masa libur Nataru kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan," kata Dudy, Rabu (31/12/2025). 

Kenaikan jumlah penumpang angkutan umum secara akumulatif tersebut menjadi salah satu indikator kebijakan stimulus penurunan atau diskon tarif transportasi dimanfaatkan masyarakat. 

“Ke depan kami sangat berharap jumlahnya bisa terus bertambah sampai berakhirnya masa angkutan Nataru 2025/2026,” ungkapnya.

Dudy meminta seluruh stakeholder transportasi di semua moda untuk mempersiapkan arus balik dengan baik. 

Caranya dengan memetakan titik-titik rawan kepadatan dan memperkuat kesiapan pelayanan di simpul-simpul transportasi, seperti terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara.

“Untuk angkutan umum, kami mendorong kesiapan cadangan armada dan penambahan petugas sesuai kebutuhan di lapangan. Adapun untuk angkutan jalan, kami bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow atau one way secara situasional,” terangnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved