Banjir Kota Mataram
Banjir Setinggi 120 Sentimeter Rendam 18 Rumah di Sandubaya Mataram
Banjir merendam 18 rumah di Lingkungan Gerung Butun Timur, Kelurahan Mandalika, akibat hujan deras dan gorong-gorong tersumbat.
Ringkasan Berita:
- Banjir merendam 18 rumah di Lingkungan Gerung Butun Timur, Kelurahan Mandalika, akibat hujan deras dan gorong-gorong tersumbat.
- Sebanyak 40 KK atau 120 jiwa terdampak, sementara kondisi saat ini telah dinyatakan kondusif.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sebanyak 18 rumah warga di Lingkungan Gerung Butun Timur, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (12/6/2026) sore.
Genangan air yang mencapai sekitar 120 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa juga berdampak terhadap puluhan kepala keluarga yang bermukim di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sadimin, menjelaskan banjir terjadi sekitar pukul 15.00 hingga 16.30 WITA.
Selain dipicu curah hujan tinggi, genangan diperparah oleh kondisi pintu air yang terbuka serta adanya sumbatan pada gorong-gorong sehingga aliran air tidak berjalan lancar.
“Air tersumbat dan mengalami genangan setinggi sepinggang orang dewasa atau sekitar 120 sentimeter,” ujarnya dalam laporan kebencanaan, Sabtu (13/6/2026).
Data BPBD mencatat sedikitnya 40 kepala keluarga atau sekitar 120 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 18 rumah mengalami genangan air.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi dengan BPBD Kota Mataram untuk melakukan penanganan darurat. Tim di lapangan melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana sekaligus melakukan penyedotan air di rumah-rumah warga yang terdampak.
Penanganan juga melibatkan unsur TNI, Polri, aparatur kelurahan, serta masyarakat setempat yang bergotong royong membantu proses evakuasi dan pembersihan lingkungan.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima 11-19 Juni 2026
BPBD menyatakan kondisi saat ini telah kondusif dan genangan air berangsur surut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi.
BPBD mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke saluran drainase maupun gorong-gorong, rutin membersihkan saluran air, serta segera melaporkan jika ditemukan penyumbatan yang berpotensi memicu banjir.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi apabila hujan deras kembali terjadi, serta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran air atau genangan yang berbahaya.
“Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk mengurangi risiko banjir. Tetap waspada dan utamakan keselamatan diri serta keluarga,” imbaunya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/BANJIR-DI-SANDUBAYA-TIMUR-2026.jpg)