Potensi Buah Kelengkeng Lombok Utara Dilirik Dapur MBG
Potensi buah kelengkeng di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara dilirik dapur MBG.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Potensi buah kelengkeng di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara dilirik dapur MBG.
- Untuk saat ini memang buah kelengkeng di Desa Sukadana belum mampu memenuhi permintaan pasar, disebabkannya jumlah pohon yang terbata
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Potensi buah kelengkeng di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara dilirik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dikenal dengan dapur makan bergizi gratis (MBG).
Ketua Kelompok Tani Lintang Utara, Saptahandi mengatakan sekurang-kurangnya ada lima SPPG yang meminta suplai buah kelengkeng kepada mereka untuk diberikan kepada sasaran MBG.
Hanya saja saat ini musim panen sudah lewat dan juga hasil panen belum mampu memenuhi permintaan, sehingga belum bisa disanggupi oleh para petani kelengkeng.
"Permintaan tinggi cuma belum bisa kita penuhi, itu makanya kita fokuskan ke depan supaya hasilnya bisa maksimal bisa kita penuhi permintaan teman-teman dapur MBG dan di pasar buah," kata Andi.
Baca juga: Pemprov NTB Dorong Produk Lokal Jadi Tulang Punggung Program MBG
Andi mengatakan, para pemilik dapur ini tertarik dengan buah kelengkeng ini karena dari sisi rasa dan ukuran sudah pas, sehingga mereka meminta agar di suplay ke dapur yang dikelola.
Untuk saat ini memang buah kelengkeng di Desa Sukadana belum mampu memenuhi permintaan pasar, disebabkannya jumlah pohon yang terbatas dan hasil panen yang belum maksimal.
Namun kata Andi ini menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sebab pohon kelengkeng ini banyak di tanam di pekarangan rumah dengan rata-rata hasil panen mencapai 30 kilo setiap pohonnya.
"Ini kalau kita maksimalkan mudah-mudahan bisa memenuhi permintaan pasar," kata Andi.
Pohon kelengkeng ini dirawat secara alami menggunakan pupuk dari kotoran hewan. Dalam waktu dekat kelompok tani ini akan menanam 10 ribu pohon lagi di lahan seluas 16 hektar untuk menjadikan desa ini penghasil kelengkeng kedepan.
Selain itu juga mereka berencana membuat agrowisata kelengkeng, dengan mengelola lahan seluas dua hektar. Sehingga ketika ada wisatawan yang ingin belajar budidaya hingga sensasi memetik kelengkeng bisa langsung di tempatnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PANEN-BUAH-KELENGKENG-2026.jpg)