Minggu, 31 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Minta Data Akurat, Bupati Lombok Timur Desak Petugas Sensus Ekonomi Teliti dan Cermat

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan pentingnya akurasi data dalam Sensus Ekonomi 2026 karena menjadi dasar perencanaan pembangunan .

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
SENSUS EKONOMI - Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung Jumat (29/5) di Selong, Lombok Timur. Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan pentingnya akurasi data dalam Sensus Ekonomi 2026 karena menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan pentingnya akurasi data dalam Sensus Ekonomi 2026 karena menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah.
  • Petugas sensus diminta bekerja teliti dan langsung turun ke lapangan tanpa melalui pihak ketiga agar data yang dihasilkan valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan pentingnya peran petugas pengambil data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Menurutnya, para petugas merupakan ujung tombak yang akan menentukan arah kebijakan pembangunan pemerintah ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung Jumat (29/5) di Selong, Lombok Timur.

"Para pendata ini adalah ujung tombak yang akan menentukan arah kebijakan pemerintah ke depan dalam melakukan pembangunan. Karena itu data yang disajikan harus betul-betul benar," tegas Iron, sapaan akrabnya, pada Jumat (29/5/2026).

Iron mengingatkan agar para petugas sensus tidak sekadar mencatat, melainkan harus teliti dan cermat sehingga data yang diperoleh akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga menekankan agar petugas melaksanakan tugas dengan langsung turun ke lapangan, tidak melalui pihak ketiga, demi menjaga akurasi data.

"Pengambilan data dilakukan dengan cermat dan benar, tidak ada cerita-cerita, tapi langsung turun ke lapangan dan diamati juga," pesannya.

Iron menjelaskan sebagai bentuk kehati-hatian termasuk dalam proses verifikasi, terlebih data yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi rujukan terpercaya pemerintah dalam setiap perencanaan pembangunan.

"Data BPS yang dihasilkan ini menjadi rujukan kita dalam perencanaan pembangunan," pungkas Iron.

Senada dengan Bupati, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wahyudin, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa data yang dihasilkan melalui SE 2026 menjadi dasar perencanaan pembangunan ke depan.

"Data yang akurat menjadi fondasi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045," ujar Wahyudin.

Ia menegaskan komitmen SE 2026 untuk menghasilkan data yang berkualitas, berdampak, dan berguna. Wahyudin juga meminta para petugas sensus dapat menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu yang telah ditetapkan, mengingat masih ada tahapan berikutnya seperti penanganan data anomali.

"Kita berharap bapak-ibu dapat melaksanakan pendataan tuntas sebelum waktu yang telah ditetapkan, karena sekarang ini kita serba cepat. Setiap minggu akan ada data anomali dan ini harus diselesaikan dalam tiga hari," harapnya.

Terkait pelatihan, Wahyudin meminta seluruh peserta menyimak dengan baik setiap materi dan berkonsultasi dengan instruktur untuk menyepakati penyelesaian kasus-kasus yang mungkin muncul di lapangan sesuai daerah masing-masing.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved