Sabtu, 16 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Haji 2026

Chef dan Bumbu Asal Indonesia Dalam Hidangan Konsumsi Jemaah Haji

Terdapat bumbu instan, nasi goreng, ayam woku, ayam rujak yang didatangkan langsung dari Indonesia.

Tayang:
Tribunnews.com/Sri Juliati
KONSUMSI HAJI - Penampakan tempe di dapur Safwat Al-Wisam Company di Makkah, Arab Saudi Kamis (14/5/2026) untuk keperluan konsumsi jemaah haji. selain itu, Terdapat bumbu instan, nasi goreng, ayam woku, ayam rujak yang didatangkan langsung dari Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Terdapat bumbu instan, nasi goreng, ayam woku, ayam rujak yang didatangkan langsung dari Indonesia.
  • Menjelang puncak haji, skema konsumsi dirancang lebih intensif mengikuti perpindahan jemaah di kawasan Armuzna.

TRIBUNLOMBOK.COM - Dapur Safwat Al-Wisam Company di Makkah menjadi salah satu penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia

Laporan langsung Tribunnews, tampak seorang chef asal Indonesia terlibat dalam proses memasak menu khas nusantara. 

Terdapat bumbu instan, nasi goreng, ayam woku, ayam rujak yang didatangkan langsung dari Indonesia.

Demikian juga gula merah, terasi, kacang-kacangan, dan ratusan bungkus tempe.

Proses memasak melibatkan juga mesin otomatis untuk mendukung penyiapan dalam jumlah banyak. 

Baca juga: Tenda Jemaah di Arafah Hampir Siap Digunakan untuk Ibadah Puncak Haji

Dari dapur inilah, kebutuhan makan sekitar 6.200 jemaah haji Indonesia dipenuhi setiap hari, mulai sarapan pagi hingga makan malam. 

Empat koki berkewarganegaraan Indonesia dipercaya menangani khusus pengolahan menu Nusantara, memastikan cita rasa benar-benar terasa seperti masakan kampung halaman.

51 Dapur, 177 Hotel, 527 Kloter

Dapur Safwat Al-Wisam adalah satu dari 51 dapur katering yang dilibatkan dalam layanan konsumsi jemaah haji Indonesia tahun ini. 

Seluruhnya telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi. Makanan yang diproduksi didistribusikan ke 177 hotel dan melayani 527 kloter jemaah.

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menyebutkan bahwa layanan konsumsi tahun ini mengalami sejumlah pembaruan dibandingkan musim haji sebelumnya. 

Perubahan paling mendasar adalah penerapan sistem digitalisasi pengelolaan data.

"Pengelolaan data konsumsi kini mulai terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi, monitoring jumlah porsi, hingga verifikasi layanan. Ini membantu percepatan koordinasi dan penanganan di lapangan," ujarnya, Kamis (14/5/2026) dikutip dari Media Center Haji. 

Selain efisiensi sistem, variasi menu juga diperluas dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi dan kesesuaian selera jemaah Indonesia. 

Di luar makanan utama, jemaah mendapatkan susu, buah, dan air mineral sebagai pelengkap untuk menunjang kebutuhan selama menjalankan ibadah.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved