Sabtu, 16 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Hasil Lab Keluar, Bakteri E. Coli di Atas Normal Jadi Penyebab Keracunan MBG di Lombok Timur

Hasil uji laboratorium mengonfirmasi adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) dengan kadar di atas normal pada sampel makanan program MBG.

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
KELUHAN KESEHATAN - Sejumlah siswa di Desa Jurit Baru, Lombok Timur saat dibawa menggunakan ambulans menuju puskesmas usai diduga sakit setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah, Jumat (24/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Hasil uji laboratorium mengonfirmasi adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) dengan kadar di atas normal pada sampel makanan program MBG di Jurit Baru.
  • Satgas MBG Lombok Timur siap menyerahkan hasil laboratorium tersebut kepada aparat penegak hukum (APH) untuk melengkapi proses penyelidikan kepolisian.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Teka-teki penyebab keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jurit Baru, Pringgasela, akhirnya terungkap.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mengonfirmasi bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) yang melebihi ambang batas normal pada sampel makanan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Anggota Satgas MBG Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, menegaskan bahwa tingginya kadar bakteri inilah yang diduga kuat memicu gangguan kesehatan pada para penerima manfaat.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan kadarnya (bakteri E. coli) di atas normal," terang Aries, Rabu (13/5/2026).

Aries menjelaskan, meskipun E. coli merupakan bakteri yang umum ditemukan di lingkungan, jumlahnya tidak boleh melampaui ambang aman jika terdapat dalam makanan yang dikonsumsi manusia.

Temuan ini didapat setelah tim laboratorium memeriksa dua jenis sampel, yakni sisa makanan yang dikonsumsi korban dan sampel cadangan yang disimpan di bank sampel dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pasca keluarnya hasil ini, Satgas MBG menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan data tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH) guna melengkapi proses penyelidikan.

Koordinasi dengan pihak kepolisian akan segera dilakukan untuk memastikan transparansi penanganan kasus.

"Jika kepolisian membutuhkan hasil ini , kami berkewajiban untuk menyampaikannya," tambah Aries.

Mengenai nasib operasional dapur SPPG pasca temuan bakteri berbahaya ini, Satgas MBG belum memberikan keputusan final. Langkah penutupan permanen atau evaluasi teknis masih akan dibahas dalam pertemuan bersama pihak-pihak terkait.

Baca juga: Satgas MBG Lombok Timur Siap Serahkan Hasil Lab Keracunan Makanan ke APH

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved