Ibadah Haji 2026
Arab Saudi Perketat Tasreh, Menhaj Ingatkan WNI Tak Tergiur Haji Instan
Menteri Haji dan Umrah RI menyebut banyak WNI diamankan karena tergiur tawaran haji tanpa antre yang tidak sesuai prosedur resmi.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Menteri Haji dan Umrah RI menyebut banyak WNI diamankan karena tergiur tawaran haji tanpa antre yang tidak sesuai prosedur resmi.
- Sebanyak 80 calon jemaah diduga hendak berangkat non prosedural melalui sejumlah embarkasi di Indonesia.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf mengungkap, alasan banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap lantaran berangkat haji secara non prosedural.
Gus Irfan mengatakan para jemaah yang diamankan di sejumlah embarkasi tersebut karena diiming-imingi berangkat haji tanpa antri, padahal hal tersebut secara teori tidak mungkin karena aturan dari Arab Saudi sangat ketat.
"Sayang sekali masih ada teman-teman kita mengiming-imingi warga negara kita haji tanpa antri padahal secara teknis tidak mungkin, karena pemerintah Arab Saudi sangat ketat terkait tasreh," kata Gus Irfan saat ditemui di Mataram, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Tinjau Embarkasi Lombok, Menhaj Soroti Kesehatan dan Konsumsi Jemaah
Tindakan tegas yang dilakukan oleh satuan tugas (Satgas) pencegahan dan penegakan hukum dan umrah, agar WNI yang berangkat secara non prosedural ini tidak mendapatkan masalah disana.
"Karena ketika mereka berangkat sampai disana hanya berhenti di Madinah, hanya berhenti di Jeddah tidak bisa kemana-mana dan akan dikembalikan oleh otoritas Arab Saudi," kata Gus Irfan.
Sebagai informasi Satgas mengamankan 80 orang di sejumlah Embarkasi seperti Jakarta, Yogyakarta, Kualanamu, dan Surabaya diduga hendak berangkat secara non prosedural.
Adapun rinciannya di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 57 orang, Bandara Kualanamu lima orang, Bandara Juanda Surabaya 15 orang, dan Yogyakarta International Airport tiga orang.
Gus Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan yang telah memberlakukan aturan yang sangat ketat, terkait standar kesehatan jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci.
"Kalau memang tidak layak terbang saya dukung, karena memang mereka yang benar-benar mengetahui kondisi jemaah," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/GUS-IRFAN-KE-EMBARKASI-LOMBOK.jpg)