Berita NTB
Susul Rinjani, Gunung Tambora Diusulkan Jadi UNESCO Global Geopark
Pemprov NTB usulkan Geopark Tambora menjadi UNESCO Global Geopark, menyusul Rinjani yang sebelumnya sudah ditetapkan.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Pemprov NTB usulkan Geopark Tambora menjadi UNESCO Global Geopark.
- Usulan ini menyusul keberhasilan Geopark Rinjani mempertahankan status global.
Laporan Wartawan TrinunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Setelah Geopark Rinjani kembali mempertahankan status UNESCO Global Geopark dengan mendapatkan green card, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan juga Geopark Tambora untuk mendapatkan pengakuan yang sama.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengupayakan dan memproses agar gunung terbesar di Pulau Sumbawa itu mendapatkan pengakuan UNESCO.
"Supaya dua gunung besar kita ini sama-sama diakui dunia, karena kalau kisahnya (Tambora) sudah diakui tapi kita butuhkan sertifikat pengakuan itu," kata Nelly saat ditemui, Kamis (30/4/2026).
Tambora memiliki sejarah panjang yang bisa dijadikan sebagai laboratorium geologi untuk belajar, selain itu juga menjadi destinasi pendakian unggulan di Pulau Sumbawa.
Gunung Tambora memiliki ketinggian 2.851 meter diatas permukaan laut (Mdpl), menjadi tujuan pendakian bagi wisatawan domestik maupun mancanegara dengan jalur favorit melalui Pancasila.
Baca juga: Geopark Rinjani-Lombok Pertahankan Status UNESCO, NTB Tegaskan Pengakuan Global
Gunung ini merupakan tipe stratovolcano aktif dengan kaldera yang dalam 800 meter dan berdiameter tujuh kilometer yang sering disebut The Greatest Crater in Indonesia.
Tahun 2017 Gunung Tambora juga telah resmi ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional, dengan potensi keragaman geologi, keragaman hayati, dan keragaman budaya yang luar biasa.
Potensi yang tidak kalah jauh ini jugalah yang mendorong pemerintah mengusulkan, agar Gunung Tambora juga bisa mendapatkan pengakuan yang sama oleh UNESCO.
"Mudah-mudahan apa yang kita upayakan ini bisa terwujud, sehingga dua gunung yang menjadi ikon kita di NTB," pungkas Nelly.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/GEOPARK-TAMBORA-GLOBAL-2026.jpg)