Rabu, 6 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Lombok Timur

Siswa SD dan SMP Satu Atap Suela Lombok Timur Belum Tersentuh Program MBG Prabowo

Puluhan siswa SD dan SMP Negeri 1 Satu Atap Suela, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur belum menikmati program MBG.

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
PROGRAM MBG - Siswa SD Satu Atap Suela, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur saat proses belajar mengajar. Di sekolah ini dikabarkan belum mendapatkan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan siswa SD dan SMP Negeri 1 Satu Atap Suela, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur belum menikmati program MBG.

  • Belum tersalurnya MBG ke sekolah itu diduga karena  jarak tempuh menuju sekolahnya cukup jauh dari desa induk dan kecamatan.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Puluhan siswa SD dan SMP Negeri 1 Satu Atap Suela, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur belum menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan lebih dari satu tahun itu.

Salah satu guru di sekolah itu, Iman, membenarkan bahwa anak didiknya belum pernah menikmati rasanya program Prabowo itu.

"Benar, sudah setahun lebih program ini anak-anak kami di sini belum pernah merasakan MBG," katanya saat ditemui di halaman sekolahnya pada Kamis (30/4/2026).

Iman mengaku, setiap kali ia melihat sekolah lain diantarkan MBG menggunakan mobil dapur SPPG, ia merasa sedih dan sangat miris.

"Sedih saya karena hanya kita yang belum dapat," tuturnya.

Iman menuturkan, sempat suatu ketika ada mobil yang masuk ke sekolah, dan anak-anak menanyakan penuh semangat dan berharap diantarkan MBG, namun ternyata mobil tersebut merupakan mobil kepala sekolah.

"Sempat anak-anak sudah bangga, tapi memang sering anak-anak beratnya ke kami, kapan kita dapat MBG, tapi kalau sekarang sudah bosan anak-anak bertanya soal MBG ini," jelasnya.

Sampai saat ini guru belum mengetahui apa alasan dapur SPPG yang cukup dekat dari sekolahnya. 

Iman menyadari jarak tempuh menuju sekolahnya cukup jauh dari desa induk dan kecamatan. Selain jauh, sekolah tersebut juga memiliki akses yang sangat buruk dengan kondisi jalan yang sangat rusak dan harus mengantarkan sekitar 70 siswa SD dan SMPN Satu Atap ini.

"Kami akui sudah ada beberapa dapur yang meminta data anak-anak di sini, tapi setelah itu hilang tidak ada kabar mungkin karena alasan jauh dan akses jalan yang rusak," jelas Iman.

Terpisah Kepala Pelaksana Tugas (PLT) UPTD Dikbud Kecamatan Suela Mohamad Sakban mengatakan, sekolah SDN 4 Selaparang dan SMPN Satu Atap tersebut masuk dalam kategori MBG daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), bukan sekolah regular.

Baca juga: Kepala Sekolah di Lombok Timur Ungkap Menu MBG yang Disantap Siswa Sebelum Dilarikan ke Puskesmas

Ia mengaku telah mengupayakan untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dan siswi di Lendang Belo itu.

"Ya, karena SD itu masuk kategori MBG 3T bukan reguler, namun demikian komunikasi saya dengan kepimpinan boleh untuk sementara masuk ke dapur terdekat atau yang membutuhkan," kata Sakban.

Sakban mengakui hingga saat ini pihaknya belum mengetahui kapan MBG 3T tersebut dijalankan dan belum ada tindak lanjut dari pimpinan terkait usulan tersebut. 

"Mohon maaf, belum ada informasi dari pimpinan," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved