Selasa, 28 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Haji 2026

Dua Jemaah Haji Indonesia Wafat, 1.373 Orang Rawat Jalan

Total jemaah yang wafat hingga hari kedelapan operasional ibadah haji 2026 berjumlah dua orang

Tribunnews.com/Sri Juliati
JEMAAH HAJI - Jemaah haji di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (24/6/2026). Total jemaah yang wafat hingga hari kedelapan operasional ibadah haji 2026 berjumlah dua orang. 
Ringkasan Berita:
  • Total jemaah yang wafat hingga hari kedelapan operasional ibadah haji 2026 berjumlah dua orang.
  • Dukungan fasilitas kesehatan mencakup 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah.

TRIBUNLOMBOK.COM - Berdasarkan per Selasa (28/4/2026) yang disampaikan Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, sebanyak 1.373 jemaah haji Indonesia tercatat menjalani rawat jalan di Daerah Kerja Madinah, 30 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 54 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi untuk penanganan lebih lanjut.

Kabar duka juga datang dari Tanah Suci. Pada 27 April 2026, seorang jemaah atas nama Kamariyah Dul Tayib (85 tahun) asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dinyatakan wafat.

 Dengan demikian, total jemaah yang wafat hingga hari kedelapan operasional berjumlah dua orang.

Layanan Kesehatan Berlapis

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan secara menyeluruh dan berlapis. 

Dukungan fasilitas kesehatan mencakup 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah, KKHI di kedua kota suci tersebut, satu dokter dan satu tenaga kesehatan yang ditempatkan di setiap kloter, serta kerja sama dengan rumah sakit rujukan di Arab Saudi. 

Baca juga: 34.657 Jemaah Haji Berangkat ke Tanah Suci, Dua Pesawat Alami Gangguan Teknis

Seluruh petugas kesehatan disiagakan di berbagai titik layanan untuk memastikan penanganan yang cepat dan optimal.

"Pemerintah memastikan bahwa kesehatan jemaah menjadi prioritas utama. Layanan kesehatan disiapkan secara berlapis, mulai dari keberangkatan di Tanah Air hingga pelayanan di Tanah Suci," ujar Maria.

Ia juga menekankan bahwa pendampingan kesehatan diberikan secara khusus kepada jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

"Kami ingin memastikan setiap jemaah, terutama lansia dan yang memiliki risiko kesehatan, mendapatkan pendampingan yang optimal sejak awal keberangkatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai," tambahnya.

Jemaah Diimbau Disiplin Jaga Kesehatan

Maria juga mengimbau seluruh jemaah untuk berperan aktif dalam menjaga kondisi kesehatan masing-masing selama berada di Tanah Suci, mencakup kedisiplinan beristirahat, menjaga pola makan, serta segera melaporkan keluhan kepada petugas kesehatan yang tersedia.

"Dengan kolaborasi antara petugas dan kedisiplinan jemaah, kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar," pungkasnya.

Hingga hari kedelapan operasional, tercatat 104 kloter dengan total 40.796 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. 

Sebanyak 93 kloter dengan 36.483 jemaah di antaranya telah tiba di Madinah dan menempati hotel yang telah disiapkan, dengan seluruh proses kedatangan berlangsung tertib di bawah pendampingan petugas.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved